Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANNASIONALPEMPROV GORONTALO

Indonesia Targetkan Penurunan Emisi GRK 31,89% pada Tahun 2030

×

Indonesia Targetkan Penurunan Emisi GRK 31,89% pada Tahun 2030

Sebarkan artikel ini
Emisi Indonesia
Plt Asisten I Bidang Pemerintahan, Sukril Gobel saat membuka Kick-Off Result Based Payment (RBP) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation ( REDD) Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 31,89% pada tahun 2030 dengan upaya mandiri, dan hingga 43,2% dengan dukungan internasional. Target ini merupakan bagian dari komitmen global dan fokus pada transisi energi bersih, rehabilitasi hutan, serta pengendalian emisi di sektor industri, dengan target jangka panjang Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Hal itu disampaikan Plt Asisten I Bidang Pemerintahan, Sukril Gobel saat membuka Kick-Off Result Based Payment (RBP) Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation ( REDD) Green Climate Fund (GCF) Output 2 Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di Hulontalo Balroom, Senin (27/10/2025).

Sukril menjelaskan, target penuruanan emisi karena dihadapkan pada tantangan besar akibat perubahan iklim. Dalam konteks global, hasil konferensi perubahan iklim PBB ke-29 (cop29) di baku, azerbaijan, menekankan pentingnya pendanaan iklim untuk mendukung negara berkembang, termasuk indonesia.

Adanya proyek RBP juga membuka peluang bagi daerah untuk mendapatkan insentif berdasarkan keberhasilan dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan. Pada tahun 2024, indonesia menerima pembayaran RBP senilai USD56 juta. Sementara alokasi untuk Provinsi Gorontalo senilai usd 414.883 atau setara dengan 6,4 milyar rupiah.

“Isu lingkungan hidup dan kehutanan saat ini sangat erat kaitannya dengan tantangan global, terutama dalam upaya mengurangi emisi yang menjadi penyebab utama perubahan
Iklim. Indonesia, termasuk provinsi Gorontalo, memiliki peran strategis dalam mendukung program ini,” ujar Sukril.

“Pencapaian target ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Saya mengajak seluruh pihak, pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini dengan penuh tanggungjawab,” pungkas Sukril.

Reporter: Enda