Dulohupa.id – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Perhubungan mulai menerapkan uji coba sistem satu arah atau one way jalan HB Jassin pada Senin (27/10/2025). Uji coba ini direncanakan berlangsung hingga Selasa besok.
Uji coba one way jalan HB Jassin ini berlangsung pagi dari pukul 07.00 wita sampai 09.00 wita, serta pada sore hari pada pukul 16.00 wita sampai 18.00 wita.
Dari pantauan, arus lalu lintas di jalan HB Jassin ini terpantau kondusif dan lancar. Meski begitu, uji coba satu arah ini turut mendapat komentar dari sejumlah warga. Jafar Pakaya, salah satu pedagang dijalan itu mengaku uji coba satu arah dijalan tersebut tak berpengaruh yang signifikan terhadap pendapatan dagangannya.
“Terhadap pemberlakuan satu arah untuk dampak terhadap usaha saya rasa tidak ada, tidak berpengaruh,” ujar Jafar kepada Dulohupa saat ditemui dilapak dagangannya.
Sementara terkait rencana jika nanti akan terus diterapkan sistem satu arah ini menurut Jafar dirinya belum setuju. Bukan tanpa sebab, baginya untuk ruas jalan HB Jassin ini belum saatnya untuk diberlakukan sistem one way.
“Saya belum setuju, belum saatnya saya rasa pemberlakuan satu arah, karena pemberlakuan satu arah harus kita melihat sisi dari terutama kendaraannya, apakah kendaraannya ini padat atau bagaimana,” tandas Jafar.
“Untuk HB Jassin ini kendaraannya ini masih bisa dilihat satu-satulah, jadi untuk pemberlakuan satu arah itu saya rasa itu belum terlalu dibutuhkan,” lanjutnya.
Warga lain, Nur selaku penjaga toko pakaian di ruas jalan HB Jassin mengungkapkan bahwa pengunjung ke tokonya berkurang. Meski begitu menurut Nur, kurangnya pengunjung atau pembeli bukan sepenuhnya dikarenakan pemberlakuan uji coba satu arah. Menurut Nur bisa juga dikarenakan harinya ataupun bertepatan pada akhir bulan. Sementara terkait rencana penerapan sistem satu arah kedepan Nur mengaku setuju-setuju saja.
“Setuju sih. Mo satu arah dua arah tetap macet, dua arah saja macet, satu arah kurang macet,” ucapnya.
Menurut Nur, dijalan tersebut (tepat didepan tokonya) sering terjadi macet jika hari memasuki sore atau jam pulang kerja. Ia juga menambahkan bahwa beberapa kali terjadi kecelakaan, dan hal itu salah satu penyebabnya karena situasi jalanan yang cukup padat.
Sementara itu, pandangan berseberangan disampaikan salah satu driver ojek online (ojol), Wahyu saat ditemui di tempat mangkalnya. Ia mengaku cukup kesulitan dengan penerapan sistem satu arah ini.
“Kami sebagai driver online tentu merasa resah, karena ada beberapa restoran yang terakses di jalan satu arah (HB Jassin) yang betul-betul meresahkan yang apabila kita ingin mengambil orderan,” jelas Wahyu.
Keberatannya ini tak lain soal satu jalur yang mengharuskan para driver untuk memutar balik jika mendapatkan orderan berlawanan arah.
“Jadi kita balik setelah ambil orderannya, yang harusnya kita tempuh waktu 1 menit jadi molor sekitar 5 menit karena kita harus putar ke jalan lain,” ungkapnya.
Selain itu menurut Wahyu, penggunaan bahan bakar juga menjadi salah satu pertimbangan. Dirinya menambahkan, karena adanya satu arah ini cukup memakan waktu dalam penyelesaian orderan.
Tak sampai disitu, dihari pertama uji coba satu arah ini bahkan para driver ojol harus mendapat komplen dari konsumen karena perkara waktu.
“Sudah ada komplen, hari ini sudah ada 3,” ucapnya.
“Kalau melihat kondisi Gorontalo saat ini saya pikir belum perlu-perlu amat untuk diterapkan sistem satu arah,” tutup Wahyu.
Reporter: Yayan












