Dulohupa.id – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar menyarankan kepada wali kota agar mencopot lurah atau camat yang memberikan ruang kepada para waria untuk berpartisipasi dalam kegiatan HUT RI ke-80.
Pernyataan Totok ini diungkapkannya setelah Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea yang sebelumnya dengan tegas melarang waria untuk ikut serta dalam menyemarakkan hari kemerdekaan ini.
“Saya selaku anggota DPRD Kota Gorontalo, mendukung apa yang menjadi pernyataan dari kepala daerah, bahwa melarang waria untuk tampil dalam kegiatan 17 Agustus,” ujar Totok kepada awak media, Senin (04/08/2025).
“Memang di agama juga dilarang. Sudah jelas-jelas itu kan. Di agama sudah jelas, kemudian kalau pemerintah membolehkan inikan sangat naif,” lanjutnya.
Dukungan tersebut juga ditunjukkan Totok, yang mana meminta kepala daerah untuk tegas hingga ke lapisan terbawah pemerintahan (Ketua RT/RW) untuk melarang keikutsertaan waria dalam momen kemerdekaan ini.
“Dan perlu dipertegas sampai ke lurah, camat. Kalau perlu saya minta kepada walikota, kalau ada waria yang tampil di kelurahan, copot lurahnya,” ucap Totok.
Sebagai daerah yang bersendikan keagamaan, Kota Gorontalo sebagai Kota Religius, hal ini pun yang mendasari dukungan Totok untuk pelarangan para waria ikut serta dalam kegiatan-kegiatan kemerdekaan.
Reporter: Yayan











