Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

TPA Talumelito Penuh, Dinas LHK Siapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

×

TPA Talumelito Penuh, Dinas LHK Siapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini
Sampah TPA Talumelito
Tumpukan Sampah di TPA Talumelito, Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Meningkatnya volume produksi sampah di Gorontalo mengakibatkan kepasitas penampungan tempat pembuangan akhir (TPA) Talumelito, Kabupaten Gorontalo penuh.

Untuk menguraikan tumpukan sampah, pemerintah Provinsi Gorontalo bakal menyiapkan strategi pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Kepala dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka mengungkapkan penumpukan sampah terjadi akibat kurangnya pengelolaan maupun pemilahan sampah di kalangan masyarakat. Sehingga seluruh sampah, baik plastik maupun sampah organik menumpuk di TPA Talumelito.

Tumpukan sampah rumah tangga datang dari sejumlah wilayah, dimana penyumbang sampah yang cukup besar seperi Kabupaten Gorontalo hingga Kota Gorontalo.

“Otomatis kita akan lebih mengutamakan teknologi, kalau yang sekarang kita menggunakan sistem Sanitary renville jadi dia menumpuk, dihancurkan, ditimbun. Sehingga teknologi yang kita butuhkan dalam pengelolaan sampah disini dan tentunya kita harus banyak belajar mengadopsi dari daerah daerah lain serta dukungan anggaran dari pemerintah,” Jelas Fayzal Lamakaraka.

Kedepan, Dinas LHK akan mengupayakan peralatan seperti insinerator maupun sistem pemadatan dengan peralatan berbabasis teknologi yang baik.

Disisi lain, Fayzal juga mengungkapkan potensi sampah yang ada harus dilihat menjadi sebuah peluang bisnis ekonomi melalui pemanfaatan mulai dari kalangan masyarakat. Hal ini dinilai sebagai bentuk bahwa masalah sampah menjadi tanggungjawab bersama dan menekan laju volume sampah di Gorontalo.

“Kalau bicara saya tampung, yang ada sekarang ini contohnya di sel 5 itu kita target kan 5 tahun tapi di tahun ke 3 sudah penuh. Kalau total area kita yang ada disini itu 25 hektar, namun yang maksimal terkelola sekarang hanya sekitar 5 hektar dan itu sudah hampir penuh. Bahkan kita sekarang tengah mengoptimalisasi lahan yang ada untuk menampung sampah yang ada,” Ujar Fayzal.

Kedepan, Pemerintah terus mendorong serta mengedukasi masyarakat dalam melakukan pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.

Pemerintah juga berharap agar masyarakat dapat melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga demi mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Redaksi