Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEPERISTIWA

Pesawat Jatuh, Satu Penumpang yang Meninggal asal Tamalate Gorontalo

×

Pesawat Jatuh, Satu Penumpang yang Meninggal asal Tamalate Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Pesawat jatuh Gorontalo
Kondisi Pesawat SAM Air jatuh di wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Foto/ist

Dulohupa.id – Pesawat ATR SAM AIR gagal landing di Bandara Pohuwato, Gorontalo yang mengakibatkan pesawat itu jatuh di tambak milik warga di sekitar bandara. Akibatnya Badan pesawat sebagian hancur, 4 orang di dalam pesawat meninggal dunia

Salah satu penumpang merupakan wanita, dan tiga lainnya merupakan awak pesawat.

Dari informasi yang didapat satu penumpang yang meninggal dunia tersebut atas nama, Sri Meyke Male yang berasal dari Kelurahan Tamalate, Kota Timur, Kota Gorontalo.

Kartin Yunus, kerabat korban mengaku, memang korban ikut penerbangan dari bandara Djalaluddin Gorontalo menuju Bandara Panua Pohuwato, dengan menumpangi pesawat ATR SAM AIR.

Korban merupakan ibu rumah tangga. Rencananya ia akan berangkat dari bandara Panua Pohuwato kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju kota Palu Sulawesi Tengah untuk bertemu suaminya yang sedang bekerja di PLN Kota Palu.

Namun naas saat sudah dekat dengan Bandara Panua Pohuwato pesawat tersebut gagal landing dan jatuh di tambak milik warga yang berada di sekitar lokasi bandara. Penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 4 orang meninggal dunia.

Sementara Direktorat Jendral Perhubungan Udara mengungkap kronologi kecelakaan pesawat perintis milik PT. SAM Air yang jatuh di Wilayah Pohuwato, Gorontalo.

Kepala bagian humas, Direktorat Jendral perhubungan Udara menjelaskan, pada tanggal 20 Oktober 2024, sebuah pesawat perintis milik PT. SAM Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami kecelakaan di Bandara Panua, Pohuwato. Pesawat tersebut sedang melayani rute dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo, menuju Bandara Panua, Pohuwato.

Pesawat dipiloti oleh Capt. M. Saefurubi A dengan First Officer M. Arthur V. G serta seorang teknisi bernama Budijanto. Selain awak pesawat, ada satu penumpang bernama Sri Meyke Male.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pesawat PK-SMH lepas landas dari Bandara Gorontalo pada pukul 07:03 WITA, dengan perkiraan waktu tiba (ETA) pada pukul 07:33 WITA dalam kondisi cuaca berawan.
Pesawat melakukan prosedur pendaratan melalui runway 27 dan melakukan go arround dengan belokan ke kiri pada menit ke 07.35 pada saat itulah pesawat jatuh didaerah tambak/empang yang jaraknya kurang lebih 300 meter sisi selatan runway.

Kecelakaan ini mengakibatkan Pilot, First Officer, Teknisi, dan 1 org penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian dan semua korban dievakuasi ke Puskesmas Motolohu Pohuwato.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden ini.

“Kami sangat berduka atas kecelakaan yang menimpa pesawat perintis PT. SAM Air di Pohuwato. Doa dan simpati kami sampaikan kepada keluarga korban yang ditinggalkan,” ujar bnya.

Lukman menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta stakeholder terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap insiden ini.

“Saya berharap proses investigasi berjalan lancar, dan langkah-langkah pencegahan ke depan dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa mendatang.” kata Lukman.