Scroll Untuk Lanjut Membaca
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Mahasiswa KKN UNG Gelar Edukasi Tanggap Bencana di Desa Kemiri

×

Mahasiswa KKN UNG Gelar Edukasi Tanggap Bencana di Desa Kemiri

Sebarkan artikel ini
Tanggal Bencana
Mahasiswa KKN UNG saat Melakukan Focus Diskusi terkait Tanggap Bencana Bersama BPBD dan DLH serta masyarakat di Desa Kemiri, Kecamatan Paguat, Pohuwato. foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) edukasi masyarakat Desa Kemiri, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato tentang sikap tanggap bencana.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sumitro Monoarfa, Kepala Bidang BPBD Kabupaten Pohuwato, Umar Musa, Sekretaris Desa Kemiri, Ismail Abubakar, Ketua Dosen Pembimbing Lapangan, Nuvazria Achir SH.,MH, Anggota, Elva M. Sumirat S,pd.,M,pd serta masyarakat Desa Kemiri, Sabtu (14/9/2024).

Dengan tema peningkatan partisipasi masyarakat guna menjaga lingkungan dan menghadapi bencana alam. Tentu hal ini, Kata Kepala Dinas DLH, Sumitro Monoarfa merupakan hal yang sangat penting, mengingat bencana datang itu sedkitnya ada partisipasi masyarakat itu sendiri. Salah satunya dengan tidak menjaga lingkungan itu sendiri. Terutama pada bencana banjir, tentu sikap dan keseharian masyarakat terhadap lingkungan sekitar harus lebih ditingkatkan. Hal kecilnya, jangan buang sampah sembarangan.

“Bencana alam yang terjadi, tak sedikit itu karena ulah masyarakat itu sendiri. Hal kecil saja, masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, apalagi di aliran-aliran sungai. Jadi perlu kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Lingkungan yang bersih dan baik. Insyaallah kita terhindari dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ungkap Sumitro.

Disisi lain saat diskusi bersama masyarakat di Desa Kemiri, Kepala Bidang BPBD Kabupaten Pohuwato, Umar Musa menjelaskan lebih ke sikap tanggap bencana. Karena BPBD akan bergerak dan membantu masyarakat jika terjadi bencana. Maka banyak hal-hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat itu sendiri jika ada bencana datang.

“Jika ada bencana, jangan panik, hindari tempat-tempat yang rawan terjadi bencana, dan selalu bersikap waspada. Yang terpenting selalu jaga keselamatan diri, itu yang utama,” ujarnya.

Dengan diskusi terkait sikap tanggap bencana ini, Dosen DPL Mahasiswa KKN UNG, Nuvazria Achir mengaku, terkait bencana, apalagi bencana banjir itu sendiri. Banjir itu hal yang tidak bisa diprediksi. Terkadang tempat-tempat yang biasanya menurut kita tidak pernah banjir suatu saat bisa saya terkena banjir.

“Contoh saja ditempat saya, dulunya tidak pernah terdampak banjir kemarin terdampak banjir, berarti ada hal yang salah ditempat itu. Mungkin saja pengaruh sampah, ya itu kita tidak tau. Mestinya hal-hal seperti ini yang harus diperhatikan oleh masyarakat itu sendiri. Jaga lingkungan terdekat kita terlebih dahulu,” tandasnya.

Reporter: Hendrik Gani