Scroll Untuk Lanjut Membaca
PilkadaPOLITIK

2 Kader Golkar Jadi Lawan Idah Syaidah pada Pilgub Gorontalo

×

2 Kader Golkar Jadi Lawan Idah Syaidah pada Pilgub Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Golkar Gorontalo
Pasangan Tonny Uloli-Marten Taha. kader Golkar yang maju Pilgub Gorontalo diusung Nasdem, PKB dan PKS. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dengan resminya bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Tonny Uloli-Marten Taha mendaftar di KPU Provinsi Gorontalo menjadi momok besar bagi partai Golkar dalam Pilkada serentak nanti.

Pasalnya, dua tokoh yang menjadi 1 pasangan ini merupakan kader partai Golkar, bahkan Marten Taha pun sebelumnya merupakan ketua DPD Golkar Kota Gorontalo.

Meski kader Golkar, Pasangam Tonny Uloli-Marten Taha justru melenggang ke bursa Pilkada melalui rekomendasi dukungan dari Partai Nasdem, PKS serta PKB. Sementara Partai Golkar sendiri telah menetapkan dan menunjuk Idah Syaidah sebagai Bakal Calon wakil Gubernur untuk mendampingi Gusnar Ismail yang di usung oleh partai Demokrat dan Gerindra.

Meskipun demikian, Sekretaris DPD Golkar Provinsi Gorontalo, Paris Jusuf justru menegaskan tidak ada kekhawatiran terkait majunya 2 kader Golkar yang akan berlawanan dengan Idah Syaidah nanti. Paris mengungkapkan bahwa partai Golkar Golkar telah melakukan kajian kajian strategis terkait kondisi politik yang ada. Hal itu pun dinilai bukan menjadi persoalan dalam pemenangan Idah Syaidah pada pilkada nanti.

“Kalau orang khawatir berarti itu pesimis, Golkar itu Optimis, karena Golkar punya kajian kajian. Golkar tau apa yang mau dilakukan, kami sudah banyak kajian. Kami insyaallah tidak takabur dengan langkah langkah yang kami lakukan,” Jelas Sekretaris DPD Golkar Provinsi Gorontalo, Paris.

Bahkan, saat ini Golkar telah membentuk tim tim pemenangan yang telah dibentuk dan posko akan dipusatkan di kantor DPD Golkar. Disamping itu,DPD Golkar Provinsi Gorontalo pun menegaskan tidak mempermasalahkan majunya 2 kader Golkar itu dan tidak ada langkah atau upaya menghalangi niat dari kedua sosok kader terbaik Golkar tersebut dalam berkontestasi pada pilkada nanti.

Namun, sebelumnya Paris pun menegaskan jika ada kader Golkar yang tidak memberikan dukungan pada pemenangan Pilgub nanti akan diberikan sanksi sesuai mekanisme partai yang ada. Hal itu pun terbukti setelah dicopotnya Marten Taha dari jabatan Ketua DPD Golkar Kota Gorontalo.

Redaksi