Dulohupa.id – Usai menjalani masa karantina dan hasil Rapid test negatif, 73 Jamaah Tabligh (JT) asal Kabupaten Gorontalo (Kabgor) pada Kamis (16-04-2020) dipulangkan kerumah masing-masing.
Seperti diketahui, JT itu dijemput menggunakan bus Pemkab Gorontalo dan diterima kembali oleh Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo di panggung utama lapangan Sport Center Limboto. Dalam kesempatan itu Bupati Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo menyampaikan 73 JT asal Kabupaten Gorontalo, sudah kembali dalam keadaan sehat setelah menjalani masa karantina selama 14 hari di mess haji Gorontalo.
“Alhamdulillah 73 JT ini sudah dinyatakan negatif dan mereka sudah bisa pulang ke rumah masing-masing, tetapi harus menjaga kesehatan, baik dirinya sendiri dan keluarganya,” harapnya.
Selanjutnya Bupati mengharapkan kepada seluruh JT kembali beraktifitas seperti biasanya dan tidak usah panik, tetap semangat, ihktiar, selalu waspada dan tentunya dibarengi dengan doa agar daerah kita cepat dijauhkan dari virus mematikan ini. Nelson juga mengatakan terkait bantuan sosial untuk keluarga JT saat ini pihak desa dan kelurahan sudah mulai menyalurkan.
“Jika ada belum sempat menerima bantuan sosial, segera melapor diri dan memasukan data kepihak desa dan kelurahan untuk ditindak lanjuti,” tandasnya.
Sementara itu perwakilan salah satu JT Vicky Gobel, saat di temui oleh sejumlah awak media, menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Gorobtalo Nelson Pomalingo, yang sudah memperhatikan mereka selama masa karantina.
“Mulai dari pelepasan hingga masa karantina kami dijenguk. dan hari ini pun kami di sambut kembali oleh Pak Nelson Pomalingo. ini merupakan bentuk kepedulian beliau kepada kami, semoga beliau (pak Bupati /red.) bersama jajaran pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo diberikan kesehatan dalam membangun daerah ini,” ungkapnya.
Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Roni Sampir menerangkan, JT yang sudah dipulangkan ke rumah masing-masing telah melawati masa karantina.
“Mereka sudah dinyatakan negatif, sudah melewati masa karantina. Untuk itu mereka juga dianjurkan melakukan protokol kesehatan dan tidak perlu lagi di awasi karena mereka sudah diberikan pengetahuan terkait protokol kesehatan dan apa yang mereka lakukan dalam beraktifitas,” pungkasnya. (ADE)












