Dulohupa.id – Sejumlah wilayah di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo terendam banjir dengan ketinggian air mencapai capai 1 meter.
Hal itu seperti terlihat di pemukiman warga di Kelurahan Limba Dua, Kota Selatan, Kota Gorontalo. Dari pantauan Dulohupa.id, sejumlah warga telah mengungsi di tempat yang tinggi, seperti di rumah yang berlantai dua.
Bahkan Basarnas Gorontalo harus menurunkan perahu karet yang memiliki mesin untuk mengevakuasi sejumlah warga yang terdampak banjir.
Karena memang air yang mengalir di ruas jalan pun sudah mencapai bagian paha orang dewasa, dan lebih dalam lagi ketika masuk ke dalam pemukiman warga yang rumahnya lebih rendah dari ruas jalan.
Tri Nur Cahyo, Kepala Bagian Kaur Umum Basarnas Gorontalo mengaku, timnya sendiri harus mengerahkan perahu karet yang menggunakan mesin untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
“Arusnya sangat deras, kita lihat bersama di ruas jalan saja airnya sudah mencapai paha orang dewasa, otomatis air yang masuk di pemukiman warga apalagi rumahnya yang terletak di dataran rendah, airnya bisa lebih tinggi lagi,” ungkapnya, Kamis (11/7/2024).
Basarnas sendiri kata Tri telah melakukan evakuasi ke sejumlah warga yaitu, Balita, Lansia, ibu hamil, warga yang sakit, dan warga yang membutuhkan pertolongan untuk dievakuasi. Tri juga mengaku, memang ada sejumlah warga yang tidak mau dievakuasi, namun mereka diarahkan mengungsi ke rumah-rumah yang berlantai dua.
“Kita telah mengevakuasi Balita, Lansia, ibu hamil, warga yang sakit, dan sejumlah warga yang butuh untuk dievakuasi. Karena memang ada sejumlah warga yang tidak mau dievakuasi, dan diarahkan untuk mengungsi di lantai dua rumah warga lainnya, untuk mencegah hal-hal yang tidak didinginkan,” ujarnya.
Memang kata Tri, air yang saat ini membanjiri sejumlah wilayah Kota Gorontalo merupakan air luapan dari hulu. Kata Tri, air keluar menuju laut di wilayah kota ini hanya satu pintu. Sehingga dengan intensitas hujan dan debit air dari hulu yang sangat tinggi, sehingga mengakibatkan sejumlah wilayah di kota Gorontalo terdampak banjir.
“Mudah-mudahan curah hujan tidak bertambah, jika bertambah maka airnya akan nair, karena air ini dari hulu ke hilir. Namun karena hanya satu pintu keluarnya air menuju ke lautan, maka seperti yang terlihat di Kelurahan Limba Dua ini airnya mulai naik,” jelasnya.
Tri juga menjelaskan, khususnya untuk tim tiga Basarnas Gorontalo memfokuskan wilayah evakusi di jalan Mohamad Yamin, kelurahan Limba Dua. Sefelah itu nanti akan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat untuk titik evakuasi selanjutnya.
“Untuk saat ini kami dari tim tiga difokuskan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di jalan Mohamad Yamin, dan kami akan berkoordinasi lagi dengan pemerintah setempat untuk posko pengungsian,” tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani












