Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALOPENDIDIKAN

Kantor Bahasa Gorontalo Komitmen Implementasikan Revitalisasi Bahasa Daerah

×

Kantor Bahasa Gorontalo Komitmen Implementasikan Revitalisasi Bahasa Daerah

Sebarkan artikel ini
Bahasa Daerah
kepala Bahasa Provinsi Gorontalo, Ahmad Nawari, S.Pd, M.A saat diwawancarai awak media. Foto/Dulohupa

Dulohupa.idKantor Bahasa Provinsi Gorontalo terus berkomitmen mengimplementasikan revitalisasi bahasa daerah Gorontalo kepada masyarakat setempat. Hal itu disampaikan kepala Bahasa Provinsi Gorontalo, Ahmad Nawari, S.Pd, M.A pada kegiatan semarak bulan merdeka belajar, Selasa (07/5/2024).

Ahmad menuturkan, pihaknya baru saja melaksanakan revitalisasi bahasa daerah dengan melatih 251 guru di Gorontalo. Pelatihan bahasa daerah ini dilaksanakan untuk mendukung program merdeka belajar.

“Kami harapkan masyarakat ataupun guru dapat meningkatkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Kami telah melakukan wawanara dengan masyarakat dan melihat bahwa ketertarikan untuk melestarikan bahasa daerah sedikit rendah. Makanya kami berupaya untuk melaksanakan revitalisasi daerah untuk melatih guru dan mengajarkannya kepada siswa,” jelas

Ia berharap kecintaan masyarakat untuk berbahasa Gorontalo lebih ditingkatkan. Berbagai upaya telah dilaksanakan dengan membuat lomba berpidato menggunakan bahasa daerah dan menggelar lomba bercerita maupun puisi.

“Kami awal curiga, anak-anak tidak begitu antusias tetapi ternyata setelah dilatih, mereka mampu membuat karya sendiri dengan menggunakan bahasa Gorontalo,” ucapnya.

Ahmad menyebut pendidikan di Gorontalo berupaya menyalaraskan apa yang ada di perguruan tinggi dan sekolah. Kementerian Pendidikan juga telah berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan melalui merdeka belajar.

“Kalau dulu sudah tamat kuliah mau jadi apa, tidak sesuai dengan jurusan yang diampuh. Namun sekarang ada solusinya, mahasiswa bisa ikut PKL di perusahaan ataupun di kantor. Seperti ada di kita ini, ada yang PKL di kantor Bahasa dan melalui program merdeka belajar, mereka bisa tahu bagaimana dunia kantor. Kalau yang PKL, mereka bisa tahu dunia usaha,” pungkasnya.

Reporter: Enda