Scroll Untuk Lanjut Membaca
BUDAYAGORONTALOHEADLINE

Warga Kian Pakai Lampu Listrik di Tumbilotohe, Lampu Botol mulai Punah?

×

Warga Kian Pakai Lampu Listrik di Tumbilotohe, Lampu Botol mulai Punah?

Sebarkan artikel ini
Tumbilotohe
Seorang warga saat menyalakan lampu botol saat Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo di tahun 2023. Dok: Dulohupa

Dulohupa.id – Tradisi Tumbilotohe (malam pasang lampu) merupakan budaya turun-temurun dilakukan masyarakat di Gorontalo. Namun perkembangan digital yang kian maju, memaksa manusia mengikutinya.

Jauh sebelumnya, perayaan malam pasang lampu di Gorontalo sering kali mengunakan lambu botol, tapi  kini banyak warga mengunakan lampu tumblr (lampu hias).

Penggunaan lampu botol mulai kurang diminati disampaikan sejumlah pedagang lampu botol di jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U Dua, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Menurut seorang pedagang lampu botol, Lia Dama bahwa dirinya bersama ayahnya telah bertahun-tahun menjual lampu botol untuk memenuhi permintaan masyarakat saat memasuki malam pasang lampu.

“Tapi sekarang ini so jaga berkurang, karena tradisi Tumbilotohe so jaga pake itu (lampu tumblr),” ujar Lia kepada Dulohupa pada Kamis (28/03/2024).

Kata Lia, selain mulainya berkurang permintaan lampu botol, masyarakat mengeluhkan harga minyak tanah yang mahal.

“Banyak yang bersuara (masyarakat) gara-gara minyak tanah mahal. Tapi itu bukan dari kami (pedagang) yang kasih mahal, tapi memang harganya sudah begitu (harga dari agensi),” pungkasnya.

Sebelumnya permintaan lampu botol untuk dipakai pada tradisi Tumbilotohe Gorontalo terbilang banyak. Namun omset pedagang lampu botol mulai menurun.

“Dulu banyak sekali, apalagi dari kantor-kantor yang beli. Sampai ada yang 500 botol, 100 botol (untuk satu kantor saja),” tutupnya.

Reporter: Yayan