Dulohupa.id – Tradisi koko’o atau ketuk sahur di Kota Gorontalo tahun ini sangat istimewa. hal ini sampaikan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof Dr Eduart Wolok.
Tahun ini, Brigade Toki Sahur Kelurahan Talumolo bekerjasama dengan pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dari pantauan Dulohupa, rute kali ini menjadi yang terjauh yaitu dari depan gerbang kampus UNG sampai di Kelurahan Talumolo.
Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga ikut terlibat dalam tradisi tersebut, sembari membawa kentongan bambu dan melantunkan lagu-lagu religi sepanjang perjalanan.
“Malam ini istimewa, koko’o Gorontalo tepat 1 dekade (10 tahun), dan malam hari ini juga menjadi sejarah karena ini akan menjadi rute terpanjang koko’o Gorontalo Brigadir Toki Sahur Talumolo. Dan ini merupakan budaya Gorontalo, yang sudah ada sejak dulu kala. Dimana menjelang waktu sahur, para generasi muda akan bangun dan membangunkan sahur kepada masyarakat Gorontalo,” ujar Eduart.
Dirinya berharap, nanti kedepannya kegiatan tersebut akan terus diperbaiki, dan akan terus dilestarikan, sehingga dapat diperkenalkan hingga ke mancanegara.
Selain untuk membangunkan warga, tradisi koko’o ini sebagai rasa syukur warga karena masih dipertemukan kembali dengan bulan suci ramadan.
Koko’o akan digelar selama bulan puasa yang dimulai pada 02.00 wita dini hari hingga selesai.
Reporter: Yayan











