Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
GORONTALO

Teater Peneti Gorontalo Gandeng Siswa Gelar Tadarus Puisi ke-11

×

Teater Peneti Gorontalo Gandeng Siswa Gelar Tadarus Puisi ke-11

Sebarkan artikel ini
Tadarus Puisi
Teater Peneti Gorontalo gelar Tadarus Puisi ke-11, bekerjasama dengan SMA N 1 Limboto. Foto/ist

Dulohupa.id – Organisasi Teater Peneti Gorontalo bersama para siswa dan guru mengelar tadarus puisi ke-11, Selasa (27/02/2024) malam. Tahun ini, Teater Peneti bekerja sama dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Limboto, Kegiatan tersebut akan berlangsung sampai tiga hari kedepannya.

Salah satu pendiri Teater Peneti, Zulkifli Lubis mengatakan, pelaksanaan tadarus puisi kali ke-11 merupakan bentuk penjagaan kewarasan melalui puisi.

“Rasa-rasanya tahun ke-11 ini, adalah tahun yang bagi kami di Teater Peneti, menguji ketahanan kami untuk menjaga kewarasan melalui puisi,” ujar Zulkifli dalam sambutannya, pada .

Menurutnya, tadarus puisi merupakan milik semua orang, bukan milik sebagian kalangan. Pasalnya, kegiatan tersebut bisa dimanfaatkan oleh siapapun untuk dijadikan event-event dalam kegiatannya.

Zulkifli mengatakan bahwa, pada tahun pertama pihaknya diajak untuk membuat kegiatan tersebut menjadi masuk dalam rekor muri, karena diketahui sebelumnya kegiatan-kegiatan demikian belum pernah digelar.

“Lalu kami diajak untuk membuat event itu menjadi sesuatu yang bisa masuk muri. Tapi bagi kami, kami tidak selemah itu. Kami tidak selemah itu, untuk menjadikan kegiatan yang dipikirkan teman-teman, disalurkan dengan penuh kesadaran, lalu hanya di templet-templet atau diberikan label bahwa ini adalah kegiatan satu-satunya atau belum pernah ada. Tidak rasanya,” pungkasnya.

Sementara Ketua panitia kegiatan dan juga merupakan Sekretaris bidang kesiswaan SMA N 1 Limboto, Azis Abdullah menuturkan, kegiatan tadarus puisi bagi dirinya adalah hal baru.

“Tapi setelah dibuka tadi dari teman-teman Teater Peneti, bahwa puisi itu sangat bermakna sekali dari isinya itu. Dulunya kami hanya melihat, apa ini?. Ternyata isinya puisi itu sangat menyentuh hati kami, hingga berlinang air mata kami. Berarti puisi itu bukan hanya sekedar di baca indah, tapi isinya. Hari ini baru kami menemukan itu, karena biasanya puisi itu hanya biasa-biasa saja, tapi inikan isinya sangat menyentuh. Sehingga sekarang ini, kami cinta puisi dan tertanam di diri kami,” beber Azis.

Selain itu, Azis sangat bersyukur bahwa kegiatan tersebut digelar di sekolahnya, dikarenakan merupakan pembelajaran buat siswa serta guru seluruhnya.

“Kami juga mengundang anak-anak SMP, ada 3 sekolah kami undang, dan mengutus 25 orang persekolah. Yaitu ada SMP 1 Limboto, SMP 2 Limboto, dan SMP 3 Limboto. Tapi dalam sehari itu, hanya 1 sekolah saja,” tutupnya.

Reporter: Yayan