Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPOHUWATO

Pangdam Xlll Merdeka Dukung PGP Tingkatkan Perekonomian Daerah

×

Pangdam Xlll Merdeka Dukung PGP Tingkatkan Perekonomian Daerah

Sebarkan artikel ini
Pangdam Merdeka
Pangdam Xlll Merdeka saat berkunjung ke kantor Pani Gold Project di Kabupaten Pohuwato. foto: PGP

Dulohupa.id – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Legowo W.R. Jatmiko menyampaikan dukungannya terhadap investasi dunia usaha untuk meningkatkan pendapatan pemerintah daerah dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu diungkapkan saat berkunjung ke area tambang emas Pani Gold Project (PGP) di Pioneer Camp, Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato belum lama ini.

Sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka yang teritorialnya mencakup tiga provinsi yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Sultenggo), Mayjen TNI Legowo mengatakan bahwa tiga provinsi tersebut memiliki luas wilayah dan kekayaan alam yang besar, termasuk tambang emas di Kabupaten Pohuwato.

“Terima kasih sudah diundang ke PT. PETS dan PT. GSM untuk memonitor situasi area pertambangan yang ada di Kabupaten Pohuwato. Sebelum ini saya telah mengunjungi IMIP (International Morowali Industrial Park di Sulawesi Tengah). Intinya itu (investasi dunia usaha) harus kita amankan. Ujung-ujungnya adalah untuk devisa (pendapatan) negara. Adalah tugas kami untuk mengamankan wilayah dan aset-aset yang ada di Republik Indonesia,” kata Pangdam Mayjen TNI Legowo W.R. Jatmiko.

Dalam kunjungan ke Pioneer Camp, Pangdam didampingi Komandan Korem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Totok Sulistyono dan jajarannya serta Komandan Kodim 1313/Pohuwato Letkol Inf Aribowo Dwi Hartanto.

Pada kesempatan itu, Pangdam juga membuka peluang bagi Pani Gold Project untuk bekerjasama dalam menghidupkan ekonomi Kabupaten Pohuwato, misalnya dengan pemanfaatan lahan tidur di wilayah Bumi Panua.

“Dalam presentasinya, Pani Gold Project telah melaksanakan bermacam kegiatan, penghijauan dan perhatian terhadap flora dan fauna lainnya. Kami membuka diri untuk kerjasama misalnya pengobatan massal, bimbingan belajar untuk anak-anak, peternakan domba dan sebagainya,” jelasnya.

Pangdam juga mengungkapkan kerjasama Kodam XIII/Merdeka dengan berbagai instansi dalam rangka menggalakkan penghijauan dan memanfaatkan lahan tidur, termasuk kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato.

Kerjasama di bidang pertanian itu antara lain dilakukan dengan kegiatan penanaman cabe, terong dan tanaman lainnya.

“Dengan kegiatan semacam ini kami berharap hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk oleh perusahaan yang membutuhkan pasokan sayuran dan lainnya,” katanya di depan manajemen Pani Gold Project.

Disamping itu rombongan disambut langsung Direktur Utama PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM) Boyke Abidin dan manajemen.

“Kami merasa terhormat dengan kedatangan Bapak Pangdam serta jajarannya. Kami berharap nanti berkesempatan melihat-lihat fasilitas yang ada,” ujar Boyke Abidin.

Dalam kunjungan tersebut Pangdam mendapatkan penjelasan mengenai progres tahapan perkembangan di proyek tambang emas Pani Gold Project. Boyke menjelaskan bahwa saat ini adalah fase pra-konstruksi yang antara lain ditandai dengan pembangunan jalan bypass sepanjang 9,7 kilometer menghubungkan area tambang dengan Jalan Trans Sulawesi.

“Ini investasi anak bangsa. Sekitar 1.300 bekerja di sini. Kami telah membangun jalan, fasilitas perkantoran, mes atau akomodasi, persiapan konstruksi lalu nantinya mulai pertambangan,” jelas Boyke.

“Target kami memproduksi first gold pada akhir 2025. Ini akan menjadi tambang emas open pit terbesar di Indonesia,” tambahnya.

Pani Gold Project adalah proyek tambang emas di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Tambang ini dikelola bersama oleh PT PETS, PT GSM, PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan PT Mentari Alam Persada. Empat entitas usaha ini di bawah PT Merdeka Copper Gold Tbk. yang memiliki pengalaman panjang di industri logam dan pertambangan.

Reporter: Hendrik Gani