Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Mahasiswa UNU Gorontalo Keluhkan Biaya Wisuda Terlalu Mahal

×

Mahasiswa UNU Gorontalo Keluhkan Biaya Wisuda Terlalu Mahal

Sebarkan artikel ini
Biaya Wisuda Mahal
Suasana Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo. Foto/UNUGo

Dulohupa.idUniversitas Nahdlatul Ulama (UNU) Gorontalo akan melaksanakan prosesi wisuda angkatan ke-2 pada hari ini, Selasa (26/12/2023) bertempat di gedung Gorontalo Convetion Center (GCC), Kota Gorontalo.

Namun biaya untuk menyemat titel sarjana (S-1) ini dinilai terbilang mahal. Hal ini diutarakan oleh salah satu calon wisudawan UNUGo yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyebut biaya wisuda R3,5 juta sudah termasuk atribut, yudisium Rp1 juta dan ramah tamah Rp750 ribu. Jika diakumulasi sebanyak Rp5.250.000,” ungkap wisudawan, saat ditemui awak media, Senin (25/12/2023) malam.

“Ini yudisium, ramah tamah dan juga wisuda yang dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. Yudisium ini dilakukan pada tanggal (22/11/2023) , kemudian ramah tamahnya dilakukan (23/12/2023). Dengan biaya yudisium yang 1 juta itu tempat pelaksanaannya di bangunan pemerintah bahkan tidak ada makanan, sementara ramah tamah yang kemarin 750 ribu dilaksanakan di hotel Aston justru ada makanannya. Ini memunculkan pertanyaan,” bebernya.

Sebelumnya ia sempat memberikan masukan kepada pihak panitia wisuda untuk melaksanakan kegiatan yudisium dan ramah tamah sekaligus, namun tidak di iyakan.

Dirinya memberikan masukan dengan alasan agar para keluarga wisudawan tidak lagi banyak mengeluarkan biaya di kegiatan Yudisium dan Ramah Tamah.

“Apakah ini tidak bisa dilaksanakan satu kali, karena saya sempat menyuarakan kepada panitia, pikirkan juga kami yang dari jauh. Kalau mau bolak-balik tambah biaya juga. Di acara yudisium itu cuman penyamatan selempang, di ramah tamah hanya pemberian plakat, apakah tidak bisa disatukan, kenapa harus dipisah-pisah begitu dengan anggaran yang besar,” paparnya, penuh tanya.

Selain pelaksanaannya yang berbeda waktu dan biaya mahal, calon wisudawan tersebut juga mengeluhkan terkait tambahan biaya buat keluarga wisudawan yang hadir mulai dari kegiatan Ramah Tamah hingga menghadiri prosesi wisuda.

“Di ramah tamah, undangan 1 pendamping tapi kalau tambah orang (keluarga wisudawan) maka harus tambah 200 ribu perorang. Nah, prosesi Wisuda, untuk yang tambah pendamping, diminta 100 ribu perorang,” jelasnya.

Ia berharap agar kedepannya tidak lagi terjadi hal demikian. Pasalnya menurut dia, Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGo) hadir sebagai jawaban bagi masyarakat kurang mampu namun berkeinginan besar untuk kuliah.

Sementara awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kampus UNU Gorontalo untuk menanggapi persoalan tersebut.

Reporter: Yayan