Dulohupa.id – Petani padi di Kabupaten Bone Bolango memilih beralih tanam rumput gajah (odot) di lahan sawah. Hamparan lahan sawah kurang lebih seluas 1 haktar atau 2 Pantango di Kecamatan Tapa, kini terlihat bukan lagi hijau karena tanaman padi, melainkan telah dipenuhi oleh hamparan rumput gajah odot yang subur.
Roni, salah satu petani yang juga pemilik lahan sawah tersebut mengaku memilih untuk menanam rumput odot karena dinilai dan dirasa lebih menguntungkan dan mampu menunjang perekonomiannya.
Roni mengungkapkan, memang sebelumnya lahan sawahnya biasa ditanami padi. Namun karena biaya produksi dan perawatan tanaman padi yang mahal membuat Roni tidak lagi menanam padi dan beralih ke tanaman rumput gajah untuk dijual.
“Saya bisa menjual 300-400 ikat rumput odot per hari dengan harga Rp 1000 per ikat atau Rp 25.000 per 3 ikat tergantung kualitas rumput yang dijual. Setiap hari, saya bisa menjual paling sedikit 30-40 ikat. Sistem tanam dan panen yang tidak membutuhkan biaya dan waktu yang lama dapat meraup keuntungan yang besar,” Ujar Roni.
Baca Juga: Kisah Petani Jual Rumput Odot di Gorontalo, Raup Untung Jutaan Rupiah
Sementara petani lainnya, Sam mengungkapkan alasan petani padi sawah beralih untuk menanam rumput gajah di sawahnya karena biaya produksi yang sangat tinggi. Bahkan dirinya menuturkan bahwa terkadang biaya produksi atau pengeluaran lebih tinggi dari pada penghasilan atau pendapatan.
“Beralih ke rumput gajah odot ini karena pertama kelangkahaan pupuk, kedua penyakit atau hama padi ini sangat sulit untuk ditangani. Tapi setelah kita tanami rumput gajah odot ini, bisa menjunjung perekonomian untuk kebutuhan sekolah anak, kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lainnya. Jadi alhamdulillah dengan adanya rumput odot ini bisa mendongkrak ekonomi kita disini,” Tutur Sam.
Kawasan pertigaan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) di Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango kini menjadi pusat penjualan rumput gajah odot sejumlah petani yang sudah ada sejak beberapa tahun terakhir. Kawasan tersebut telihat bagaikan pasar rumput gajah yang diperuntukkan untuk pakan ternak.
Sam juga menuturkan bahwa pada tahun 2022 silam tepat 5 hari menjelang bulan suci ramadhan, para penjual rumput gajah odot di kawasan tersebut pernah di bongkar dan ditertibkan oleh pemerintah setempat melalui satuan polisi pamong praja.
“Harapan utama kami pemerintah agar bagaimana kita nanti bisa ditata. Kasihan masyarakat seperti kami, kami berharap pemimpin yang adil dan punya kebijaksanaan serta punya hati nurani,” Harap Sam kepada pemerintah.
Reporter: Kris











