Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
DEPROV GORONTALOPemilu 2024POLITIK

Dedy Hamzah, Si Caleg tanpa Baliho

×

Dedy Hamzah, Si Caleg tanpa Baliho

Sebarkan artikel ini
Caleg Dedy Hamzah
Dedy Hamzah, Caleg DPRD Provinsi Gorontalo nomor urut 2 dari Dapil Boalemo - Pohuwato.

Dulohupa.id – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Dedy Hamzah sekaligus calon legislatif (Caleg) incumbent  mengaku siap menang meskipun tanpa menggunakan baliho, seperti yang dilakukan para caleg lainnya.

Dedy memiliki alasan tersendiri tanpa baliho, walaupun banyak masyarakat menghubunginya untuk dipasangkan Baliho.

“Saya sudah diberi waktu oleh rakyat berkampanye sejak terpilih 2019 sampe saat ini. Buat apa lagi Pasang baliho, yang bisa berarti bisa saja. Mohon maaf kita tidak dikenal atau tidak bekerja selama ini, sehingga masih perlu perkenalan dan butuh meyakinkan warga lagi tentang apa dan karya perjuangan program apa yang sudah kita berikan ke mereka,” tutur Caleg PDI-P nomor urut 2 Dapil Boalemo-Pohuwato tersebut.

Bagi Dedy, para Caleg yang ingin memasang Baliho adalah hal yang wajar sebagai bentuk perkenalan diri, terutama Caleg yang baru berkompetisi.

“Pasang baliho biar rakyat tahu teman-teman juga ikut berkompetisi dan ada juga aleg untuk memperkenalkan diri lagi sebagai caleg yang mudah bisa terpilih kembali,” tutur ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Gorontalo itu.

Baca Juga:

547 Calon Berebut 45 Kursi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Viral Pasien Meninggal Usai Ditolak Puskesmas Telaga, Begini Klarifikasinya!

Dirinya hanya ingin menunjukan bahwa kedepan anak bangsa yang punya cita cita jadi pemimpin, bisa saja maju maju tanpa pasang baliho dan yakin menang.

“Jangan hanya karna ketidakmampuan biaya memasang Baliho, terus akan menghalangi cita cita jadi Anggota dewan. Masih banyak yang kesusahan dan miskin, masih ada tangis tangis di gubuk rakyat miskin, terus kita masih sibuk dengan balih. Sementara kita saat ini Anggota DPRD Aktif yang duduk diberi tugas memperjuangkan ratap derita mereka,” imbuhnya.

Ketimbang sibuk cetak dan pasang baliho, kata Dedy, mendingan biaya itu digunakan untuk membantu bayar SPP Anak mahasiswa yang kuliah atu biaya pendidikan lainnya

“Bantu mereka yang kesusahan, hanya itu yang diharapkan rakyat saat ini,” ungkapnya.

Dedy menceritakan, sebelum terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo pada tahun 2009, ia mengaku hanya memasang 4 baliho di Paguyaman dan Wonosari. Pada tahun 2024, ia memasang baliho hampir 100 buah tapi kalah 83 suara, walaupun mendapat suara terbanyak sekitar 5.800 suara.

“Kemudian 2019, saya ingat persis pasang baliho 20 biji, saya bukan incumben saat itu, tapi dapat Suara 7.496 suara dan menang. Alhamdulillah setiap pileg mengalami kenaikan jumlah suara pendukung,” ucap Dedy.

Dari kejadian itu, ia mengambil pelajaran bahwa baliho adalah instrumen memperkenalkan diri ke rakyat bahwa kita calon, dan bukan penentu kemenangan, sebab banyak juga yang pasang baliho tapi tidak terpilih.

“Soekarno jadi Presiden tidak pasang Baliho, Soeharto jadi presiden juga demikian. Kalau hanya Baliho, mungkin tak perlu Ganjar Pranowo, atau capres atau caleg blusukan silaturahim kemana mana dan cukup kirim Baliho Caleg saja ke kompleks Warga. Khusus bagi saya, lebih baik blusukan dan mencari tahu apa yang diinginkan warga untuk program kedepan,” lanjutnya.

Dedy meyakini sudah bekerja untuk rakyat selama periode ini tinggal melanjutkan yang baik dan mengevaluasi kekurangan untuk perbaikan kedepan.

Ia ingin memberi Warna Sendiri untuk menginspirasi serta memberi semangat ke kaum milenial.

“Siapapun di masa depan yang punya cita cita jadi Aleg, bahwa kita yakin bisa menangpun tanpa Pasang baliho.. Maaf tidak ingin menyinggung siapa siapa. Semoga kita semua slalu diberi Hidayah Allah swt. Insha Allah Menang lagi di 2024, dari dulu sampe saat ini saya Tetap Nomor 2 di PDI Perjuangan Ke Provinsi Gorontalo. Merdeka, hidup Rakyat,” pungkas Dedy Hamzah.

Redaksi