“Saya Ingin Berbuat Lebih untuk Kota Gorontalo”
Dulohupa.id – 10 tahun menghilang dari dunia perpolitikan Gorontalo. Ramli Anwar atau akrab disapa Haji Ramli memutuskan untuk meramaikan bursa Calon Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo tahun 2024 mendatang. Keputusan pengusaha muda Gorontalo itu terbilang cukup mengejutkan. Karena sejak 2014 silam, Haji Ramli seakan tidak tertarik lagi berkiprah di dunia perpolitikan Gorontalo.
Sempat dirayu sejumlah partai politik untuk maju lagi di Pileg maupun terjun di Pilkada, Haji Ramli tak bergeming. Pria yang dikenal sederhana dan mudah bergaul itu, Lebih memilih untuk mengurusi Pesantren Al-Islam. Pesantren yang dirintis sang ayah Almarhum Haji Anwar sebelum meninggal dunia.
Namun, Pertengahan oktober 2023 tiba-tiba, Nama Haji Ramli menyeruak dan menjadi salah satu kandidat kuat calon Walikota Gorontalo. Sejumlah flayer dukungan untuk Haji Ramli bertebaran di sejumlah media sosial di Gorontalo. Sejumlah kalangan terutama para generasi muda menyambut positif isu Haji Ramli maju di Pilwako.
Tak hanya itu, Sejumlah media massa di Gorontalopun mulai membahas sosok dan peluang pria penyuka sendal jepit itu di Pilwako Gorontalo 2024 mendatang.
Ditemui Tim Redaksi Dulohupa.id belum lama ini Haji Ramli membenarkan niatnya untuk maju di Pilwako.
“Lebih ke niat untuk berbuat lebih untuk Kota Gorontalo. Makanya saya memutuskan untuk kembali ke dunia politik. Selain itu, Pengelolaan pesantren juga sudah lancar dan auto pilot jadi sudah bisa saya tinggalkan sementara untuk fokus mengurusi Kota Gorontalo nanti,” ungkapnya.
Mengurusi Kota Gorontalo sendiri menurut Haji Ramli hampir sama dengan mengurus Pondok Pesantren. Hanya saja, Ruang lingkupnya yang kemudian lebih luas. Jika di Pesantren ia harus mengurus sekitar 800an santri. Maka di Kota Gorontalo ia akan mengurusi 201.350 jiwa penduduk Kota Gorontalo.
Haji Ramli: Politik Itu Dibawa Asyik
Sementara itu, Terkait kesiapannya untuk bertarung di Pilwako Gorontalo. Haji Ramli mengaku telah menyiapkan sejumlah program kerja maupun konsep pembangunan Kota Gorontalo nanti jika menjabat.
“Bagi saya politik itu harus asyik. 2009 saya maju dan terpilih itu tidak ada money politik. Jadi alhamdulillah, Tidak jadi yah tidak masalah. Kalau ingin jadi pemimpin dan harus ngotot-ngototan, apa sebenarnya yang kita cari. Kalau memang tujuan dan niat untuk kemaslahatan masyarakat yah tidak perlu ngotot. Karena kalau masyarakat percaya, Kita juga nantinya akan berbuat dengan iklhas,” terangnya.
“Saya maju tidak pakai uang bukan karena tidak punya uang. Tapi karena memang niat tulus untuk membangun. Kalau mau jadi kepala daerah untuk menambah pundi-pundi kekayaan, saya rasa bukan itu yang saya cari. Saya tidak butuh lagi soal kekayaan, karena memang dari kecil saya diajarkan untuk menikmati hidup itu tidak harus kaya. Yang saya cari disitu adalah pengabdian,” Tandasnya.
Reporter: Kris












