Dulohupa.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli menginginkan seharusnya ada batasan usia untuk tokoh adat. Merlan ingin generasi muda berkesempatan menjalankan adat tersebut.
Hal itu disampaikannya Merian saat membuka kegiatan pelatihan pelaku adat di desa se-kecematan Tilongkabila, di gedung aula BPMP Provinsi Gorontalo, Bone Bolango, Senin (13/11/2023).
Kegiatan pelatihan pelaku adat diselenggarakan oleh badan kerjasama antara desa (BKAD) kecamatan Tilongkabila, dengan jumlah 72 peserta dari 12 desa yang ada di kecamatan Tilongkabila. Prlatihan akan dilangsungkan dari tanggal 13-15 November 2023.
Dalam kegiatan itu, Merlan melihat di Kecamatan lainnya banyak para pemangku adatnya sudah tua. Hal ini membuatnya agar para generasi muda bisa belajar dari para tokoh adat sebelumnya.
“Saya melihat, dikecamatan lain banyak yang sudah sangat sepuh para pemangku adatnya, para tokoh adat sudah tua sekali,” papar Merlan dalam sambutannya.
Merlan berharap adanya pelatihan bagi pelaku adat ini dapat dikuti sebaik-baiknya karena tokoh adat sangat diperlukan oleh masyarakat yang ingin berhajat ataupun kegiatan lainnya.
“Fenomena di lingkungan kecamatan Tilongkabila misalnya yang kesusahan mencari para tokoh adat untuk kepentingan-kepentingan masyarakat, semisal hajatan-hajatan dan sebagainya,” Ungkapnya.
Sementara itu, ketua BKAD Simson Panigoro mengungkapkan bahwa pelaksanaan program pelatihan adat yang diselenggarakan merupakan bagian dari kesepakatan kepala-kepala desa (kades) yang ada dilingkungan kecamatan Tilongkabila.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan adat. Sehingga dibangkitkan kembali agar masyarakat dapat memahaminya. Karena sampai hari ini, kita (masyarakat) memang kesulitan ketika ada hajatan-hajatan maupun pelaksanaan duka, itu agak sulit untuk mengundang mereka,” ungkap Simson Panigoro.
Reporter: Yayan












