Dulohupa.id – Melalui Pelaksanaan Pra Musrenbang, Pemerintah Kota Gorontalo akan berfokus untuk mempertajam prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 nanti.
Kegiatan Pra musrenbang merupakan salah satu tahapan dari penyusunan RKPD Kota Gorontalo tahun 2024 sebagai upaya mencapai visi dan misi pemerintah Kota Gorontalo dalam periode 2019-2024 yaitu sebagai kota “SMART” (sejahtera, maju, aktif, religius, terdidik).
Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid mengungkapkan bahwa pelaksanaan ini penting untuk dilakukan karena pelaksanaan pembangunan yang baik, haruslah dimulai dari perencanaan yang baik pula.
Hal ini disebabkan perencanaan partisipasi yang digali dari akar permasalahan yang dihadapi masyarakat, memberikan solusi konkrit dalam bentuk usulan kegiatan yang merupakan kebutuhan prioritas masyarakat.
“Saya sangat berharap bahwa usulan-usulan tersebut bukan hanya keinginan individu-individu tertentu untuk menghasilkan kegiatan tertentu, melainkan usulan-usulan tersebut benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat,” ujar Ismail.
Oleh karenanya, pemerintah bersama DPRD Kota Gorontalo akan lebih memperhatikan dan memperbaiki strategi penganggaran yang lebih tepat sasaran dalam mengakomodir kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Sampai dengan tahun 2023, banyak regulasi perencanaan dan penganggaran yang berubah, diantaranya adalah kebijakan dana alokasi umum (DAU). selain DAU bebas, terdapat DAU earmarked yang telah diatur juga pemanfaatannya, yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum, untuk penggajian P3K dan DAU kelurahan.
Salah satu kebijakan pemerintah Kota Gorontalo tahun 2024 yaitu pengalokasian anggaran sebesar 200 juta per kelurahan yang pemanfaatnya untuk membiayai program pembangunan dan program pemberdayaan, sesuai dengan skala prioritas di masing-masing kelurahan.
Hal ini sebagai salah satu upaya yang bertujuan untuk memberikan kepastian anggaran bagi usulan-usulan yang berasal dari masyarakat, agar dapat dialokasikan dalam APBD tahun perencanaan.
“Walaupun masih dalam porsi yang kecil, namun saya mengharapkan melalui pengalokasian pagu indikatif ini dapat lebih
termotivasi lagi untuk berpartisipasi dalam musrenbang. Meskipun anggaran pembangunan yang dialokasikan melalui APBD Kota Gorontalo sangat terbatas, namun saya berharap dapat disinergikan dengan berbagai program dari sumber dana lain,” tambah Ismail.
Sementara itu, pelaksanaan pemilu tahun 2024 yang terdiri dari pemilu legislatif, pilpres dan juga pilkada, tentunya akan menyedot anggaran. Selain anggaran untuk pemilu, tahun 2024 Kota Gorontalo juga akan membayar hutang pen sebesar Rp.42.632.893.150,-
Pembangunan yang baik membutuhkan perencanaan yang baik, anggaran, implementasi serta pengawasan dan evaluasi. Namun ada hal penting yang juga mempengaruhi keberhasilan pembangunan yaitu situasi yang kondusif.
Ismail juga menghimbau kepada semua pihak untuk bekerja sama dalam semua tahapan pembangunan dan ciptakan situasi yang aman dan tentram untuk kita semua. Tidak terlepas dari peran insan pers, ia menghimbau untuk memanfaatkan kewenangan kebebasan pers ke arah yang positif, yang mendukung terhadap tercapainya kemajuan dan kemakmuran masyarakat.
Penulis: Kris











