Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINELINGKUNGANPERISTIWA

Habitat Kelelawar Kalong di Paguyaman Pantai Terancam Rusak

×

Habitat Kelelawar Kalong di Paguyaman Pantai Terancam Rusak

Sebarkan artikel ini
Habitat Kelelawar
Kelelawar Kalong (foto: Shutterstock)

Dulohupa.id – Habitat kelelawar di Desa Olibu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo terancam rusak karena adanya rencana pembangunan Pabrik Batu Kapur di wilayah tersebut.

Salah satu Tokoh Pemuda Boalemo asal Paguyaman Pantai, Helmi Rasid menegaskan, rencana pembangunan pabrik batu kapur berada di kawasan habitat hewan yang dilindungi.
Menurutnya kelelawar kalong nantinya akan terusik dan akan pindah ketika ada aktivitas di kawasan tersebut.

“Kawasan habitat kelelawar kalong juga perlu di lindungi. Apalagi lokasi tersebut menjadi lab alam Universitas Negeri Gorontalo. Jadi jangan merusak alam yang sudah ada,” bebernya.

Helmi mengungkapkan, pihak perusahaan mulai mengarahkan alat beratnya ke lokasi tambang batu kapur tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat setempat.

Akibatnya Alat Berat berupa excavator dan beberapa alat berat lainya di tahan sementara di Mapolsek Paguyaman Pantai. Hal itu mencegah terjadinya, konflik sosial akibat penolakan pembangunan pabrik batu kapur.

“Pihak Perusahaan belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tiba-tiba sudah mengarahkan alat berat. Beruntung pihak Polsek Paguyaman Pantai, sudah mencegat dan menahan alat berat tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya, terlepas dari sosialisasi yang akan dilakukan kedepan, pihak perusahaan wajib untuk memenuhi segala bentuk perizinan dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang akan terjadi kedepan.

“Agar jelas siapa yang akan bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan. Terpenting, jangan ada aktivitas sebelum dokumen-dokumen perizinan keluar. Dan tidak ada alasan pekerjaan dilakukan sambil pengurusan izin,” tegasnya.

Helmi berharap masyarakat jangan tergiur dengan janji-janji lapangan pekerjaan, tapi justru berdampak negatif terhadap lingkungan serta masyarakat.

“Jangan merusak lingkungan yang ada di pedesaan. Apalagi desa Olibu di kenal dengan kawasan hutan mangrove yang hijau dan habitat kelelawar kalong,” Tandasnya.

Redaksi