Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Polres Gorontalo Telusuri Pemilik Batu Hitam yang Ditemukan di Dua Lokasi

×

Polres Gorontalo Telusuri Pemilik Batu Hitam yang Ditemukan di Dua Lokasi

Sebarkan artikel ini
Batu Hitam Gorontalo
Polisi saat memasang garis polisi di tempat penyimpanan Batu Hitam di Pulubala. Foto: Herman Abdullah

Dulohupa.id – Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo masih menelusuri pemilik batu hitam yang ditemukan di dua lokasi di Desa Tridharma, Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo.

Barang diduga ilegal itu tersimpan di tempat rongsokan besi dan gudang jagung. Kini dua lokasi penyimpanan Batu hitam tersebut telah dipasang garis polisi oleh Polres Gorontalo, Senin (28/11/2022).

Kapolres Gorontalo, AKBP Dadang Wijaya, melalui Kasat Reskrim Polres Gorontalo, IPTU Agung Samosir menyampaikan bahwa hal ini masih dalam proses penyelidikan. Sebab belum diketahui persis siapa pemilik barang tersebut.

“Tadi pagi tim kami sudah melakukan pengecekan lokasi dan terbukti ada, maka kita langsung amankan lokasi dan kita pasang polisi line,” ungkap IPTU Agung Samosir.

Bedasarkan penelusuran kata IPTU Agung, bahwa memang lokasi yang diduga tempat peyimpanan itu pemiliknya ialah haji Rony. Namun pemilik dari rumah dan gedung sedang tidak berada di lokasi.

“Jadi kita masih lakukan lidik terhadap haji Rony ini karena dihubungi tidak bisa. Jadi kita masih cari kepastian. Mungkin kalau ada perkembangan lebih lanjut, kita akan undang dimintai keterangan kepada haji Rony,” kata IPTU Agung Samosir.

Saat ini barang bukti batu hitam itu belum bisa dipastikan akan dikirimkan kemana. Namun menurut penuturan Kasat Reskrim IPTU Agung Samosir bahwa mereka masih menunggu instruksi pimpinan terkait hal itu.

“Kita masih mau minta petunjuk dari pimpinan. Kalau pun itu berbahaya kita akan bawa ke Polres atau juga akan kita titipkan ke Polsek Pulubala. Jumlahnya belum pasti namun sementara kita sudah pegang hampir sekitar 1000 karung barang bukti dari dua lokasi itu,” tandas Kasat Reskrim Polres Gorontalo IPTU Agung Samosir.

Reporter: Herman Abdullah