Dulohupa.id – Tahun 2022 menjadi tahun terburuk bagi kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sejak dibentuk tahun 1 juli 1946 silam. Beragam kasus kekerasan menyeret organisasi tribrata ini.
Kasus kekerasan di Desa Wadas, Jawa Tengah misalnya. Aparat Polri dituding menjadi salah satu aktor kekerasan terhadap puluhan warga. Kemudian yang terbaru dan terheboh adalah kasus penembakan Brigadir Joshua Hutabarat yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Mabes Polri, serta kasus kematian ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang, yang dinilai terjadi akibat tembakan gas air mata milik aparat kepolisian.
Tak ayal hal ini membuat kepercayaan masyarakat langsung turun kepada institusi kepolisian. Warga menilai, Kepolisian tidak lagi layak untuk menjadi garda terdepan untuk memberikan kenyamanan maupun menjaga stabilitas keamanan di Indonesia. Tagar percuma lapor polisipun berseliweran di media sosial.
Pertanyaannya, haruskah kita tidak lagi memberikan kepercayaan keamanan negara kepada institusi Polri? Tentu tidak, Karena biar bagaimanapun keberadaan Polri masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat indonesia.
Sejumlah alasan layak dijadikan pertimbangan agar masyarakat tetap memberikan kepercayaannya kepada Polri.
Pertama, Masih banyak polisi baik di Indonesia. Berdasarkan data dari Dataindonesia.id, Jumlah personil Polri di Seluruh Indonesia hingga saat ini mencapai 434.135 orang. Angka ini tentu saja sangat timpang jika disandingkan dengan jumlah anggota Polri yang melakukan pelanggaran ataupun terlibat kasus. Masih banyak pula sejumlah anggota Polri, yang kerap kali mendapat apresiasi dari masyarakat atas kinerjanya dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kedua, Peran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sangat penting. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Indonesia Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P saat rapat dengan Komisi III DPR RI belum lama ini. Prof Mahfud mengatakan, Kehadiran Polri menjadi salah satu garansi terciptanya keamanan ditengah kehidupan masyarakat indonesia.
“Saya ingin mengutip dan memodifikasi apa yang dikatakan ilmuwan Islam Ibnu Taimiyah. Yakni 60 tahun kamu mempunyai polisi yang jelek, jauh lebih baik daripada 1 malam saja tidak ada polisi. Bayangin Bapak-bapak, enggak ada polisi satu malam mogok gitu, paginya sudah hilang negara itu. Karena ketika polisi mogok, yang mengurusi pembakaran enggak ada, pembunuhan enggak ada, besoknya hilang (negara),” Ungkap Prof Mahfud saat itu.
Pernyataan Prof Mahfud saat itu tentu ada benarnya. Banyak anggota Polri di negeri ini yang setiap hari, siang dan malam masih bekerja dengan baik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Tak hanya itu, Salah satu peran dan pelayanan Polri yang paling nyata adalah penanganan serta terjaganya stabilitas keamanan saat wabah Covid-19 melanda seluruh daerah di Indonesia. Bagaimana tidak, meski tidak sedikit anggota Polri yang ikut terserang bahkan meninggal dunia akibat Virus Covid-19, Stabilitas keamanan negara tetap terjaga. Aparat kepolisian saat itu bahkan rela berjaga sepanjang hari, untuk memastikan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat berlangsung dengan baik. Hasilnya, wabah Covid-19 akhirnya bisa dikendalikan dengan baik.
Polri Perlu Pembenahan Secara Menyeluruh
Dari sekian banyak masalah hingga ketidakpercayaan masyarakat kepada institusi Polri, Tentu diperlukan sebuah perubahan secara nyata dan menyeluruh yang dilakukan oleh para pimpinan Polri kedepan. Tak dapat dipungkiri, ditengah kemajuan teknologi saat ini, masyarakat menjadi sangat mudah untuk mengakses kejadian maupun peristiwa apapun di negeri ini. Sehingganya, para petinggi Polri harus lebih menjaga nama baik institusinya saat bertugas ataupun saat berinteraksi dengan masyarakat.
Tak hanya itu, Polri juga harus lebih meningkatkan profesional dan pelayanannya kepada masyarakat. Anggota Polri juga harus lebih peka dalam menanggapi kesulitan ataupun persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Agar kedepannya masyarakat akan kembali memberikan kepercayaan penuh kepada intitusi Polri. Karena Polri adalah dari dan untuk Rakyat Indonesia.
Penulis: Yudistira Saleh











