DULOHUPA.ID- Puluhan mahasiswa Gorontalo kembali menggelar aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Jumat (9/9/2022).
Uniknya, jumlah pendemo yang menggelar aksi terlihat sangat sedikit dibandingkan jumlah personil kepolisian yang melakukan pengamanan. Jumlah personil pengamanan yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan mencapai 1.450 orang.
Menurut pantauan Tim Dulohupa.id Jumat Sore, aksi yang berlangsung di Bundaran Saronde Hulonthalo Indah (HI) Kota Gorontalo berlangsung sekitar Pukul 16.45 Wita. Sejak pagi hari, polisi nampak mulai melakukan sejumlah persiapan pengamanan di titik aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sejumlah mobil taktis milik Polda Gorontalo nampak bersiaga sekitar Bundaran HI Kota Gorontalo. Tak hanya itu, Salah satu SPBU yang letaknya di dekat titik aksi juga nampak dijaga ketat ratusan personil kepolisian.
Sementara itu, setiba di titik aksi, Mahasiswa langsung menyampaikan orasi dan menyuarakan tuntutannya. Dalam orasinya mahasiswa meminta pemerintah untuk membatalkan putusan kenaikan harga BBM yang sebelumnya telah disetujui.
“Kami meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM, Karena kebijakan kenaikan harga BBM dapat memicu inflasi dan semakin menyengsarakan rakyat, ” Tegas Rendi salah satu orator aksi.
Tak hanya menyebut soal kenaikan harga BBM. Mahasiswa juga mengecam dugaan tindakan pemukulan yang dilakukan oleh oknum kepolisian kepada sejumlah mahasiswa dalam aksi unjuk rasa penolakan BBM belum lama ini.
Hingga berita ini diturunkan aksi mahasiswa masih terus berlangsung.
Redaksi Dulohupa












