Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Kakek ini Kaget Pekarangan Rumahnya jadi Pilihan Kapolda Gorontalo untuk Kibarkan Bendera

×

Kakek ini Kaget Pekarangan Rumahnya jadi Pilihan Kapolda Gorontalo untuk Kibarkan Bendera

Sebarkan artikel ini
Bendera Merah Putih
Kapolda Gorontalo Irjen Helmy Santika saat memasang tiang bendera di halaman rumah warga. (Dok: Humas Polda)

Dulohupa.id – Menjelang hari perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, biasanya masyarakat mulai mengibarkan bendera merah putih di depan rumah. Bahkan tak tanggung tanggung, hampir di setiap sudut jalan, tempat umum hingga kendaraan pun terpasang bendera merah putih.

Hal itu adalah lumrah, namun tak seperti yang di rasakan oleh Adam Iyado (71), warga Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Siapa sangka, pria usia lanjut tersebut mendapatkan penghargaan luar biasa seumur hidupnya. Ia tak dapat membayangkan perasaannya waktu itu.

Betapa tidak, pekarangan rumah sederhana miliknya menjadi pilihan Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika, mengibarkan bendera merah putih saat pencanangan Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih kepada Masyarakat, Selasa (02/08/2022).

“Watiya bo iloheya. Wau bolo odu’olo ode li Kapolda mondho o’lamiatiya sekeluarga karena ti Kapolda lo hilawo ta me lo po tihulo bandera ti dimuka lo bele lamiatiya” (Saya merasa kaget dan ucapan terimakasih kepada Kapolda karena telah mengibarkan bendera di depan rumah kami),” ucap Adam.

Bendera
Adam Iyado, Warga Desa Pilohayanga, Kabupaten Gorontalo. (Dok: Humas Polda)

Pria anak tiga itu juga berharap, dengan diadakannya kegiatan seperti ini dapat menambah semangat jiwa patriotisme masyarakat terhadap NKRI.

Baginya, dengan adanya kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat bawah, merupakan obat paling mujarab untuk menanamkan jiwa kebanggaan dan rasa cinta tanah air.

“Didulu u mowali ma’o tombangolo, meyambo oduolo ode li Kapolda Lo Hulondhalo” (Tak ada yang dapat saya sampaikan selain ucapan terima kasih kepada Bapak Kapolda Gorontalo)”, ucap Adam yang tercatat sebagai buruh tani di kampungnya dengan nada lirih.

Dulohupa/HumasPolda