Dulohupa.Id – Massa aksi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Gorontalo menyisakan sampah pasca unjuk rasa di kawasan Bundaran patung Saronde Kota Gorontalo, Senin malam (11/4/2022).
Dari pantauan di lokasi, sampah mulai dari botol plastik dan sisa makanan berbuka puasa berserakan di jalan.
Muhammad Dukalang, salah satu pengguna jalan yang melintasi bundaran itu mengaku prihatin atas kurang sadarnya peserta aksi akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Saya harap masyarakat terutama mahasiswa meninggalkan kesan yang baik usai menyampaikan aspirasi, yakni menjaga kebersihan,” ucap Muhammad.
Meskipun begitu, ia turut mendukung apa yang dilakukan para mahasiswa mewakili suara rakyat, terkait kelangkaan minyak goreng dan naiknya BBM.
“Tadi saya sempat lihat mahasiswa unjuk rasa disitu. Saya bersyukur jika mahasiswa ini menyuarakan aspirasi warga,” tuturnya.

Dari informasi yang didapatkan Dulohupa.Id, sampah-sampah ini akan dibersihkan petugas kebersihan di dinas lingkungan Kota Gorontalo.
Sebelumnya, ribuan massa aksi menggelar aksi demo 11 April di sejumlah titik di Kota Gorontalo.
Mereka menuntut pemerintah maupun DPRD di Gorontalo agar ikut menolak masa jabatan Presiden tiga periode. Selain itu menolak kenaikan BBM, serta meminta pemerintah menstabilkan harga bahan pokok.
Ratusan personel polisi disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Meskipun sempat terjadi adu mulut antara mahasiswa dan polisi, unjuk rasa berakhir kondusif setelah perwakilan Forkopimda mendatangi massa aksi, dan berjanji tuntutan massa aksi akan disampaikan kepada Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.
(SDM/Dulohupa)

