Dulohupa. Id – Sebanyak 583 personel gabungan dari TNI Polri di Kota Gorontalo disiagakan untuk mengamankan aksi demo yang dilakukan aliansi mahasiswa dan masyarakat Gorontalo, Senin 11 April 2022.
Tiga lokasi yang menjadi perhatian Polri mengawal demo 11 April adalah Universitas Negeri Gorontalo, bundaran Saronde, Kantor Gubernur, dan Kantor DPRD Provinsi Gorontalo. Pengalihan arus juga dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan di lokasi unjuk rasa mahasiswa.
Sejumlah aspirasi yang akan disampaikan yakni menolak kenaikan BBM dan terkait kelangkaan bahan pokok.
Isu lainnya yang diusung dalam unjuk rasa adalah menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI hingga tiga periode dan penundaan Pemilu 2024.
Diperkirakan pada pukul 14.00 Wita nanti, para mahasiswa maupun masyarakat akan berlanjut unjuk rasa di gedung DPRD Provinsi dan kantor Gubernur Gorontalo.
“Sejak pagi sudah ada mahasiswa yang demo di depan gerbang UNG. Mungkin siang nanti hingga sore berlanjut di DPRD sampai di kantor Gubernur,” Ungkap Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Suka Irawanto.
Kapolres meminta kepada mahasiswa yang berunjuk rasa agar lebih cepat menyampaikan pendapatnya di depan umum.
“Sehingga tidak menggangu aktivitas masyarakat Kota Gorontalo terutama menjelang berbuka puasa, ” Tegas AKBP Suka.

(Foto Dulohupa)
Dirinya menjelaskan, ratusan personel yang disiapkan hari ini akan melakukan pengamanan secara humanis sesuai arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo karena aksi ini juga berlangsung di tengah bulan suci Ramadhan.
“Kami harap mereka menyampaikan orasi dengan cara yang baik dan tidak berbuat anarkis,” Pungkasnya.
(SDM/Dulohupa)



