Dulohupa.id – Baru-baru ini jajajran Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo bersama tim terpadu; Dinas Perdagangan, Kepolisian, serta unsur Kementerian Perdagangan memantau pasokan minyak goreng ke beberapa distribur PT. Cipta Lannggeng dan PT Marketindo.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie menjelaskan bahwa sampai saat ini minyak goreng di Gorontalo masih cukup banyak. Ia menilai kepanikan warga yang membuat minyak goreng tersebut menjadi langka.
“Jadi sebenarnya masyarakat itu sangat panik seiring dengan kelangkaan minyak goreng di beberapa daerah. Karena begitu dipajang di toko-toko retail (alfamart dan indomart) langsung memborong habis,” jelas Espin Tulie.
Ia menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik terhadap pasokan minyak goreng, karena dalam jangka waktu sepuluh hari kedepan akan ada pengiriman minyak goreng dari Surabaya ke Gorontalo.
“Masing-masing distributor ada yang satu sampai dua kontainer minyak goreng, dan berisikan 1.000 liter per kontainer,” ungkap Espin Tulie.
Aleg dari PDI-Perjuangan ini mengatakan dari data yang ia peroleh, konsumsi masyarakat di Gorontalo terhadap penggunaan minyak goreng tersebut bisa mencapai 1.264 ton minyak kelapa per bulan.
“Olehnya, dengan adanya pengiriman minyak kelapa beberapa hari lagi saya rasa akan cukup. Dan itu sudah dijamin juga oleh Kementerian Perdagangan sampai dengan hari raya besar keagamaan, baik Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” tandasnya.
Reporter: aan











