Dulohupa.id– Persoalan kerusakan lahan pertanian milik petani yang ada di Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato akhirnya sampai ke telinga Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga. Orang nomor satu di Kabupaten Pohuwato ini dalam waktu dekat bakal menemui langsung para petani yang terdampak limbang tambang itu.
“Insyaallah, nanti kita akan tinjau lagi di lapangan, dan ini adalah salah satu bagian yang kita bicarakan saat kita berada di Manado,” ungkapnya rabu (16/2/2022).
Saipul mengungkapkan, pihaknya akan meninjau langsung kondisi lahan petani sekaligus memastikan terkait laporan warga yang belakangan mengeluhkan kondisi tanaman yang rusak akibat limbah tambang.
Sementara itu, terpisah Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Cecep Ibnu Ahmadi mengungkapkan, sejak tanggal 14 sampai 15 Februari pihaknya telah melakukan penertiban alat berat yang beroperasi di area PETI (Pertambangan Tanpa Ijin) Dengilo.
“Kita sudah melakukan langkah-langkah penertiban. Ini kita lakukan sampai alat semua turun, sebelum mereka turun kita akan terus melakukan penertiban,” jelas Cecep.
Tak hanya melakukan penertiban. Polres Pohuwato juga telah menggelar sosialisasi tentang larangan aktivitas penambangan liar.
“Kita turun ke lokasi dan mensosialisasikan larangan tambang ilegal. Ya, mudah-mudahan mereka secepatnya keluar dari wilayah itu, saat ini kita juga sudah berkoordinasi dengan Polda,” sambungnya.
Sampai dengan saat ini pihak Polres Pohuwato terus memberikan himbauan dan sosialisasi terkait larangan aktivitas tambang ilegal. Jika aktivitas tambang ilegal tetap berlangsung, maka kepolisian akan mengambil langkah tegas dengan menutup paksa tambang ilegal tersebut.
“Seharusnya itu dari kesadaran mereka sendiri, yang penting kita sudah melakukan langkah-langkah dan jika mereka tetap bersih keras kita akan turun terus, dan kita sudah memberikan warning jika itu tidak diindahkan kemungkinan kita akan melakukan penutupan dan tindakan represif akan terjadi,” tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani












