Dulohupa.id- Para pedagang di Pasar Kayubulan, Kecamatan Limboto sempat berdebat dengan petugas pasar. Perdebatan itu dipicu oleh tuntutan pedagang yang meminta lapak mereka diperbaiki
Pantauan dulohupa.id, penataan tempat yang memakan waktu hingga tujuh jam itu belum juga usai, hingga akhirnya personil TNI dan Polisi turun tangan untuk melakukan pengamanan di lokasi pasar.
Pia, salah satu pedagang rempah-rempah di pasar tersebut mengatakan, pengaturan ataupun penataan tempat mereka harus sesuai, dan harus teratur baik.
“Kami suka tempat kami berjualan harus sesuai pak, jangan lagi dipindahkan ke tempat lain, yang sebetulnya tempat itu sudah diatur malah di pindahkan lagi oleh petugas,” ujar Pia saat ditemui di lokasi, Rabu (29/12/2021) sore.
Sementara itu Koordinator Pasar Kabupaten Gorontalo, Rusli Pou yang turun langsung mengatur penataan tempat jualan pasar mengatakan, penataan tempatnya sudah selesai, tetapi pedagang yang belum memahami dengan aturan yang ada.
“Penataan ini pengaruh adanya pengeluhan masyarakat pembeli. Menurut mereka saat berbelanja, mereka susah untuk berjalan di pasar, karena sempit dan berdesakan, selain juga ada yang sering mengalami kehilangan dompet,” jelas Rusli
Lebih lanjut kata Rusli, program penataan pasar ini, sempat dikunjungi oleh anggota DPRD Kabupaten Gorontalo dari komisi II. dalam pengaturan pada hari ini sudah tidak ada masalah.
“Dari para pedagang juga mengerti bahwa mereka mau diatur, kita juga yang mengatur alhamdulilah tidak ada masalah, dan tidak ada protes-protes dari pedagang lagi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya ingin para pembeli serta pedagang nyaman dalam berbelanja serta berjualan. Pengaturan ini juga di jaga oleh pihak Polisi, TNI dan Satpol-PP
“Semoga dengan diaturnya seperti ini, pasar limboto bisa memberikan contoh yang baik bagi pasar-pasar yang lain, dalam menata tempat jualan,” tutup Rusli.*












