Dulohupa.id- Penyerahan bantuan dari Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini kepada para warga di Kampung Nelayan di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/09) tadi, berlangsung kacau.
Pantauan Dulohupa.id, warga setempat terlibat adu mulut dengan petugas Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, bahkan sudah mengabaikan protokol kesehatan. Adapun kekacauan terjadi, karena warga menuntut untuk diberikan bantuan dengan jumlah yang sama yang diserahkan Mensos secara simbolis.
Azis Usman, salah satu warga setempat menjelaskan, bahwa pihaknya berkumpul untuk mempertanyakan bantuan yang sudah diberikan oleh Mensos, apakah nanti jika dititipkan kepada dinas sosial setempat, jumlahnya tidak akan berkurang.
“Kami yang belum dapat, apakah sama dengan apa yang sudah diberikan tadi (oleh Mensos secara simboli)?. Karena kami pengalaman dengan bantuan di tahun sebelumnya,” ungkap Azis saat di lokasi.
Bukan tanpa alasan, Azis mengungkapkan, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, bantuan yang diberikan secara simbolis dengan bantuan yang mereka terima, jumlahnya berbeda. Karena itu, mereka mendesak agar pihak dinas sosial menyerahkan semua bantuan malam ini juga.
“Kami maunya malam ini pak, karena kami takut akan berkurang bantuannya. Kalaupun besok kami maunya bantuannya sama pak yang diberikan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Titi Nur mengatakan, pihaknya akan melakukan pembagian kepada warga terdampak dengan sama rata. Pembagiannya pun akan dilakukan di Posko Penyaluran Bantuan yang ada di kelurahan tersebut.
“Kami akan berikan bantuan kepada warga yang terdampak ini, jumlahnya sama dan dibagi rata. Ada 110 kartu keluarga yang berjumlah 460 jiwa yang akan diberikan dan bantuannya akan disalurkan besok ke semua warga terdampak,” tutup Titi
Adapun data yang berhasil di himpunan Dulohupa.id, bantuan di Kelurahan Kayubulan berupa tenda gulung merah 168 lembar, matras merah 117 lembar, kasur merah 26 lembar, selimut merah 30 lembar, famili kit 45 paket, kid ware 22 paket, food ware 30 paket, dan alat dapur keluarga 30 paket.
Reporter: Fandiyanto Pou











