Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB BONE BOLANGOPERISTIWA

Penggunaan QRIS Menambah PAD Bone Bolango

×

Penggunaan QRIS Menambah PAD Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Seorang warga sedang melakukan pembayaran menggunakan QRIS/Wawan Akuba

Dulohupa.id- Penggunaan QR Code Indonesia Standard (QRIS) menjadi salah satu faktor yang membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Bone Bolango. Sejak awal Maret hingga Juli 2021 saja, PAD yang masuk dari penggunaan QRIS mencapai Rp 34,5 juta. 

Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BKPAD) Kabupaten Bone Bolango, Jusni Bolilio mengungkapkan, bahwa memang penggunaan QRIS di Bone Bolango sudah diberlakukan di beberapa sektor. 

Ia pun merincikan, pembayaran non-tunai itu dilakukan untuk penarikan pembayaran pajak bumi dan bangunan, retribusi parkir, wisata, pasar, dan retribusi persampahan. 

“Melalui QRIS ini, PAD Kabupaten Bone Bolango bertambah sekitar sebesar Rp 34,5 juta, dengan instansi terbesar penyumbang adalah Badan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi Perdagangan dan UMKM,” ungkap Jusni kepada Dulohupa.id, Senin (9/8/2021).

Kata Jusni, rencananya QRIS ini juga akan diberlakukan di setiap restoran atau rumah makan, yang ada di Kabupaten Bone Bolango itu sendiri.

“Saat ini, kami sementara melakukan tahap sosialisasi retribusi pertanian dan pajak restoran, sehingga masyarakat tidak repot lagi ketika membayar retribusi itu sendiri. Apalagi  di tengah pandemi pembayaran secara non-tunai lebih aman untuk menghindari penyebaran covid-19,” kata Jusni.

Ia pun menambahkan, bahwa pihaknya terus berusaha menggenjot penggunaan QRIS di semua sektor. Sebab, sejauh ini memang masih banyak masyarakat yang belum juga menggunakan aplikasi tersebut. 

“Kita minta para petugas, untuk langkah pembayaran awal masyarakat diarahkan menggunakan QRIS. Jika masyarakat belum memiliki aplikasi bisa melakukan pembayaran tunai. Kami yakin jika tiap hari masyarakat mengetahui dan mulai paham terkait penggunaan QRIS, maka penggunaan QRIS akan semakin masif penggunaannya,” terang Jusni.

Untuk itu, ia berharap pihak terkait terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan aplikasi Qris

“Saya berharap layanan QRIS bisa digunakan oleh masyarakat, agar bisa meningkatkan PAD, serta bantuan publikasi media terkait penggunaan QRIS agar masyarakat lebih mengetahuinya selain sosialisasi,” tutup Jusni.

Reporter: Yusuf Konoli