Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
PERISTIWA

Lulus Seleksi, Ratusan Caba Polda Gorontalo Akan Ikut Diktukba 2021

×

Lulus Seleksi, Ratusan Caba Polda Gorontalo Akan Ikut Diktukba 2021

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 374 caba (calon bintara) Polda Gorontalo, dinyatakan lulus seleksi/Humas Polda Gorontalo
Sebanyak 374 caba (calon bintara) Polda Gorontalo, dinyatakan lulus seleksi/Humas Polda Gorontalo

Dulohupa.id- Sebanyak  374 caba (calon bintara) Polda Gorontalo, dinyatakan lulus seleksi. Karena itu, hingga lima bulan ke depan, ratusan caba ini akan mengikuti pendidikan pembentukan bintara (diktukba) Polri tahun ajaran 2021 di sekolah polisi negara (SPN) Polda Gorontalo.

“Walaupun pendidikan dilaksanakan dalam situasi pandemi Covid-19, pimpinan Polri telah memutuskan Diktukba Polri T.A 2021 dilaksanakan secara tatap muka atau ‘on campus’ dengan pertimbangan berhasilnya pendidikan yang tahun lalu,” ucap Kapolda Gorontalo, Irjen. Pol. Akhmad Wiyagus dalam sambutannya saat menjadi pembina dalam upacara pembukaan Diktukba, Senin (26/7/2021).

Tidak hanya itu, secara khusus diktukba tahun 2021 juga akan menerapkan penguatan kurikulum yang baru. Kurikulum itu kata Akhmad, “diresmikan oleh Bapak Kapolri pada peringatan Hari Bhayangkara ke-75, ” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SPN Kombes Pol Agus Widodo merincikan, dari 374 caba tersebut, 230 orang adalah warga Gorontalo, sementara 144 orang berasal dari Papua. 

Ia pun menjelaskan, bahwa keberadaan caba dari Papua tersebut, merupakan kerja sama antara Polda Gorontalo dan Polda Papua. 

Ia pun memastikan, untuk para caba nanti ketika selesai pendidikan, akan memiliki kemampuan jasmani, kemampuan intelektual, dan kemampuan mental kepribadian sebagai insan Bhayangkara yang bagus.

Meski begitu, karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, dalam kurikulum yang baru nantinya, pihaknya akan menerapkan protkes yang ketat. Salah satunya dengan menerapkan zonasi. Setiap gedung nantinya akan memiliki kode zona. 

Kode ini nantinya akan membatasi mobilitas orang dalam mengunjungi setiap gedung di sekolah polisi tersebut. Misalnya seorang tamu yang diberikan suatu kode dalam bentuk alphabet, hanya bisa mengunjungi gedung dengan kode tersebut. 

“Kami berusaha supaya di masa pandemi ini mereka tidak tertular virus Covid-19. Kami juga tak mau jadi klaster di SPN, sehingga kami benar-benar ketat,” pungkas Agus. 

Reporter: Yunita Humola