Dulohupa.id- Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menilai sistem subsidi bibit udang di Desa Bongotango, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, tidak tepat sasaran. Karena itu kata Rusli, terjadi kelangkaan bibit di lapangan.
Rusli pun mengungkapkan, bahwa sejauh ini, ia kerap mendapatkan keluhan masyarakat melalui pesan whatsapp, terkait kelangkaan bibit udang ini.
“Saya kemarin dapat kiriman beberapa whatsApp dari masyarakat yang mengaku sebagai pengusaha tambak udang. Katanya (mereka) sulit mendapatkan benih udang, sehingga saya langsung hubungi kepala Dinas terkait untuk meninjau lokasi pembibitan tersebut,” ujar Rusli Habibie saat meninjau lokasi pembibitan benih udang tersebut siang tadi, Kamis (1/7).
Masalahnya kata Rusli ada pada syarat yang ditetapkan dalam mendapatkan bibit tersebut. Mestinya, yang mendapatkan subsidi bibit tersebut adalah masyarakat yang memiliki lahan tambak di bawah 2 hektar.
“Menurut saya subsidinya itu salah kaprah. Orang yang mampu diberi subsidi, seharusnya orang yang memiliki tambak di bawah 2 hektar itu yang di subsidi dengan harga Rp 30. Dan yang memiliki tambak yang besar dibiarkan dengan pembelian secara normal yaitu Rp 50,” ungkap Rusli.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi terkait system subsidi tersebut, Kepala Dinas Perikanan Pohuwato, Sila Botutihe mengaku akan menindaklanjuti instruksi Gubernur Gorontalo dua periode itu.
“Benar apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur, selama ini yang butuh benih udang itu adalah Unit Pembenihan Rakyat. Ini menjadi koreksi buat kami, insyaallah ke depan ini akan kita tindaklanjuti, dan seperti petunjuk beliau untuk ke depan kita membatasi semua petambak yang mempunyai tambak di bawah dari dua hektar itu mungkin yang akan menjadi perhatian pemerintah, sesuai dengan harga subsidi,” tutupnya.











