Scroll Untuk Lanjut Membaca
HIBURANINFO COVID-19

Tak Cuma Pajangan, Instalasi Seni Masker di UNG Jadi Simbol Perlawanan terhadap Covid-19

×

Tak Cuma Pajangan, Instalasi Seni Masker di UNG Jadi Simbol Perlawanan terhadap Covid-19

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Seni instalasi masker raksana yang diinisiasi oleh Pusat Inovasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), hingga kini masih menyita perhatian warga. Seni instalasi yang disebut sebagai Covid-19 Memorial Place itupun tak luput dari jepretan kamera warga yang melintas, ataupun mahasiswa di kampus. Wajar saja, posisinya yang tepat berada di depan kampus negeri terbesar di Gorontalo itu, memang tampak kontras. 

Meski begitu, tidak hanya sebagai pajangan, instalasi seni yang dibangun dari anyaman bambu oleh para seniman yang tergabung dalam komunitas seni rupa Tupalo itu, sebetulnya memiliki pesan mendalam. Yakni sebagai simbol perlawanan masyarakat terhadap pandemi Covid-19, terutama masyarakat Gorontalo. 

Covid-19 Memorial Place itu sendiri diresmikan pada pekan lalu oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Agung Firman Sampurna bersama Rektor UNG, Dr Eduart Wolok. 

“Dengan adanya (monumen) masker ini, dapat menyadarkan lagi masyarakat tak berhenti untuk (melawan virus Covid-19), dengan lebih taat lagi menggunakan (menerapkan) protokol kesehatan,” ujar Nikma Hasan, salah satu Mahasiswa UNG, saat diwawancarai usai berswafoto pada monumen tersebut, Kamis (17/6). 

Sementara itu, Direktur Pusat Inovasi UNG, Funco Tanipu mengungkapkan, di Gorontalo sendiri khususnya, penegakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker belum juga maksimal. 

Karena itu dirinya pun berharap, dengan adanya instalasi seni masker raksasa itu, menjadi pengingat bahwa hingga saat ini masyarakat harus terus melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat coronavirus tersebut. Caranya, dengan terus menerapkan protkes dalam setiap aktivitas. 

“Kita tahu bersama bahwa penerapan protkes itu, belum maksimal ya, masih banyak yang belum pakai masker,” ujarnya.

Reporter: Faisal Husuna