Scroll Untuk Lanjut Membaca
HIBURANPERISTIWA

Cerita Penulis Buku Karawo: Berkarya Dalam Keterbatasan

×

Cerita Penulis Buku Karawo: Berkarya Dalam Keterbatasan

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id-Berawal dari keinginannya menjaga kelestarian budaya menenun khas Gorontalo, Atika Zakaria menulis buku bertajuk “Karawo”. Ditengah keterbatasan informasi serta sarana yang menunjang, buku tersebut akhirnya dirilis dan bisa dinikmati oleh siapa saja.

Saat ditemui pihak Dulohupa.id, mahasiswa semester dua Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini bercerita banyak tentang sepak terjangnya di dalam penyusunan buku ini.

Atika Zakaria, Penulis buku yang bertajuk “Karawo”/Yunita Humola

“Ini merupakan buku pertama saya, ada kendala yang dihadapi. Tetapi, Alhamdulillah bisa dilalui,” ujar dara kelahiran 2001 ini dengan malu-malu, Rabu (26/5).

Atika menyebutkan beberapa kendala yang dihadapinya, salah satunya adalah minimnya informasi tentang karawo di Gorontalo. Saat ini tak banyak media yang membahas tentang budaya menenun karawo secara khusus. Menjadi kekhawatirannya, budaya ini perlahan-lahan akan hilang disebabkan kurang informasi.

“Saya berhasil mengumpulkan informasi dari seminar-seminar yang saya ikuti, buku – buku literasi serta dari penenun karawonya sendiri,” tuturnya.

Hambatan kedua adalah media untuk mengetik naskah. Diakuinya, selama dua bulan pengumpulan informasi, naskah hanya ditulis di buku catatan. Setelah terkumpul, ia lalu meminjam laptop teman-temannya untuk mengetik dan menyusun naskah secara digital.

Berikut yang ketiga yaitu dalam hal pendanaan. Untuk penerbitan, Atika membutuhkan dana Rp 500 ribu. Dana demikian untuk kantong mahasiswa pastinya terasa berat, apalagi ia tidak tinggal dengan orangtua.

“Naskahnya sempat mengendap beberapa bulan, saya nunggu beasiswa cair dulu baru bukunya diterbitkan,” ujar tika.

Walaupun banyak rintangan, akhirnya ia dapat menerbitkan bukunya sendiri. Bahkan ia tidak menyangka, banyak orang yang mengapresiasi bukunya tersebut. Selanjutnya, Atika berbagi tips bagi mereka yang ingin memulai bukunya sendiri.

“Yang pertama sebaiknya kumpulkan informasi terlebih dahulu, kedua yakin dan percaya diri, dan yang terakhir minta kritik dan saran dari orang lain,” katanya.

Reporter: Yunita Humola