Dulohupa.id-Tradisi Ketupat yang dirayakan tujuh hari setelah lebaran, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kerumunan dan meningkatkan risiko penyebaran penularan Covid-19. Karena itu pemerintah melarang perayaan tradisi yang jatuh pada besok, Kamis 20 Mei 2021 tersebut.
Adapun wilayah yang kerap dikunjungi untuk tradisi Ketupat adalah Kabupaten Gorontalo. Karena itu, bupati Nelson Pomalingo mengingatkan masyarakat untuk tidak merayakan tradisi itu secara semarak.
“Perayaan ketupat silahkan saja, tapi hanya dilakukan di rumah masing-masing. Untuk lomba ataupun yang mengundang kerumunan itu tidak ada,” tegas Nelson saat ditemui di aula rumah dinas bupati Gorontalo, Senin (17/5) sore.
Festival ataupun lomba yang dimaksud antara lain, lomba pacuan kuda, karapan sapi, panjat pinang maupun panjat pisang, dan berbagai jenis lomba lainnya.
“Namanya panjat pinang, panjat pisang, termasuk pacuan kuda dan lomba-lomba lainnya itu tidak ada. Semuanya kita tiadakan. Dan kalau ada yang tetap melaksanakan, maka laporkan kepada kami,” jelas Nelson.
“Kalaupun ada perayaan sendiri-sendiri, di silahkan, Karena itu budaya. Tapi untuk membuat acara-acara, tidak boleh. Agar tidak terjadi kerumunan,” tambahan
Lebih lanjut kata Nelson, untuk menanggulangi hal itu terjadi, maka pihaknya akan melaksanakan rapat bersama Camat Limboto Barat, Tibawa, dan camat Bongomeme. Hal itu dilakukan untuk mengkoordinasikan peniadaan festival ataupun lomba-lomba saat perayaan hari ketupat nanti. Dan bila ditemukan tetap ada perlombaan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi kepolisian dan TNI untuk melakukan pembubaran.
“Besok kita akan melakukan rapat bersama para camat yang bersangkutan dan kalau ditemukan tetap ada yang mengadakan festival atau perlombaan, itu akan kita bubarkan,” pungkasnya.
Reporter: Fandiyanto Pou












