Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB BONE BOLANGOPERISTIWA

Pemda Bone Bolango Dorong Pembayaran Retribusi Pakai QRIS

×

Pemda Bone Bolango Dorong Pembayaran Retribusi Pakai QRIS

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan penggunaan QRIS, untuk pembayaran retribusi pedagang di semua pasar di wilayah tersebut. 

Menurutnya, sejauh ini pembayaran retribusi kerap bermasalah. Karena itu, mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menginginkan para pedagang di pasar agar menggunakan QRIS, dalam melakukan pembayaran retribusi tersebut. Hal itu disampaikan saat diwawancarai usai rapat bersama Kepala Bank Indonesia, terkait pemanfaatan aplikasi QRIS pada pedagang pasar, di Ruang Rapat MPP, Selasa (18/5).

“Selama ini, retribusi ini, terjadi banyak kebocoran. (Untuk) Mengantisipasi adanya retribusi kebocoran, kita sedang merencanakan, untuk bagaimana seluruh pedagang untuk menggunakan QRIS, pembayaran non tunai melalui aplikasi,” ungkap Merlan.

“Mulai tanggal 27 kedepan kita akan sosialisasi di pasar,” tambahnya

Meski begitu, ia pun menyadari tidak semua para pedagang yang sudah menggunakan telepon genggam berbasis android. Makanya mereka akan diminta melakukan pembayaran retribusinya satu bulan sekali, agar bisa mengurangi kontak langsung dengan petugas penagih di lapangan.

“Kemudian bagi yang tidak punya android bukan berarti kita abaikan, tidak. Kita minta satu bulan sekali dia bayar retribusinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi petugas penagih retribusi di lapangan pun, gajinya tidak lagi diambil dari uang tersebut. Tapi, akan dibayarkan oleh Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah.

“Ini yang sedang kita rintis, ini yang sedang kita lakukan. Mohon doanya. Insyaallah bisa mendapatkan respon baik dari para pedagang di pasar,” tutupnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Budi Widihartanto mengungkapkan, dalam pemberian edukasi terkait penggunaan QRIS, kepada masyarakat atau para pedagang di pasar nanti, tidak hanya sebatas sosialisasi, tapi juga langsung praktik penggunaannya. Agar bisa disaksikan langsung oleh masyarakat yang ada di pasar tersebut.

“Sehingga mereka dapat merasakan apa manfaatnya, kalau dia menggunakan QRIS, dan tidak menggunakan,” ungkap nya

Ia menjelaskan, banyak manfaat yang akan para pedagang dapatkan, jika menggunakan QRIS. Apalagi di masa pandemi seperti itu, salah satu manfaatnya bisa tanpa bersentuhan langsung antar pedagang dan pembeli.

“Banyak manfaatnya, pedagang tidak perlu menyiapkan kembalian, (dan) tanpa harus bersentuhan dengan pedagang atau pembelinya,” jelasnya

Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan memfasilitasi pasar yang tidak mempunyai akses jaringan internet, untuk melakukan transaksi penggunaan QRIS. Katanya BI sendiri akan melakukan pemasangan wifi di pasar tapa.

“Ini satu tahun lo ya, nanti BI bantu wifi yang ada di pasar tapa itu,” katanya

Karena itu, ia meminta tahun berikutnya, dari TP2DD akan membuatkan mapping dan perencanaan ke depan, akan seperti apa digitalisasi di beberapa wilayah yang mungkin belum terjangkau sinyal dengan baik.

Menurutnya, hal tersebut harus terus dilakukan. Dengan begitu, tujuan pemerintah pusat ke daerah untuk menjadikan transaksi dengan elektronis bisa terlaksana.

“Oleh karena itu, dengan QRIS masyarakat sudah semakin dimudahkan dalam transaksi usahanya,” ujarnya

“Tahun berikutnya mungkin dari TP2DD tadi ya, akan membuat mapping dan perencanaan kedepan akan seperti apa digitalisasi di beberapa wilayah yang mungkin (belum) terkafer sinyal dengan baik,” tambahnya.

Katanya, di beberapa pasar di Kota Gorontalo sudah ada yang menerapkan penggunaan QRIS tersebut, meski belum semua. Karena itu, di Bone Bolango, menurutnya untuk tempat yang sering di kunjungi seperti tempat parkir, itu sudah bisa diterapkan QRIS, “Tinggal bagaimana kesungguhan pemerintah daerah. Seperti yang disampaikan ibu wabup, harus memonitoring langsung di lapangan, kemudian ada kendala apa dievaluasi dan terus diperbaiki dari hari ke hari,” tutupnya.

Reporter: Faisal Husuna