Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
AdvertorialINFO COVID-19PEMKOT GORONTALOPERISTIWA

Marten Taha Larang Perayaan Ketupat di Kota Gorontalo

×

Marten Taha Larang Perayaan Ketupat di Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Wali Kota Gorontalo, Marten Taha melarang perayaan ketupat di wilayah tersebut. Sebab, tradisi yang biasanya dirayakan seminggu setelah lebaran Idul Fitri itu, kerap memicu kerumunan massa. 

Ia pun usai rapat bersama Forkopimda Provinsi Gorontalo mengungkapkan, bahwa memang seluruh kepala daerah di Gorontalo, telah bersepakat untuk meniadakan perayaan tradisi tersebut.

Meski begitu, tradisi itu kata Marten bisa tetap digelar, namun dengan keluarga inti saja. 

“Untuk tradisinya silahkan dilakukan bersama keluarga inti saja,” ujar Marten.

Sebagai upaya antisipasi, Marten lantas meminta camat dan lurah di wilayahnya, untuk mengawasi daerahnya masing-masing, agar tidak terjadi kerumunan massa. 

“Biasanya menjelang lebaran ketupat, warga membuat panggung hiburan untuk perayaan.  Nah tempat seperti itu akan mengundang kerumunan. Saya minta tolong dipantau dan diawasi” kata Marten di hadapan para camat, Senin (17/5).

Tidak hanya warga, ia juga memberikan peringatan kepada para ASN di Kota Gorontalo, untuk tidak ikut merayakan ketupat. 

Adapun larangan ini semata-mata untuk mewaspadai terjadinya lonjakan kasus covid-19 pasca lebaran.

Bahkan, munculnya kasus baru hingga varian baru Covid -19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam arahannya pada rapat koordinasi bersama kepala daerah dan Forkopimda se Indonesia, secara virtual pada Senin, (17/5), Jokowi meminta gubernur, bupati dan wali kota untuk konsen melakukan penanganan Covid-19.**