Dulohupa.id- Hingga hari ini, data yang dirangkum dulohupa.id, sebanyak 110 Napi di Lapas Kelas IIA Gorontalo, mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, ada sedikitnya 49 dilarikan ke RS, sementara sisanya dirawat di dalam lapas, karena hanya mengalami gejala ringan. Sementara itu, setidaknya ada lima petugas lapas yang juga mengalami gejala yang sama.
Sri Yolanda Djafar, Dokter di lapas tersebut menyebutkan, bahwa dugaan kuat penyebab keracunan ratusan Napi itu, adalah karena mengonsumsi salah satu menu buka puasa, pada hari yang sama, Minggu (9/10).
Meski begitu, pihaknya belum memastikan menu apa yang menyebabkan keracunan tersebut. Sebab, ada banyak menu buka puasa yang disediakan pihak lapas saat itu. Ia menyebutkan beberapa menu itu misalnya kue dan bubur ayam, serta menu lain yang dibawa oleh keluarga Napi dari rumah.
“Untuk sekarang kita masih mengirim sampel dari beberapa varian makanan itu ke Balai POM, dan kita masih menunggu hasilnya,” ungkap Sri Yolanda, Senin (10/5).
https://www.youtube.com/watch?v=vB8RsR40SLU&t=4s&ab_channel=DulohupaTV
Ia menjelaskan, bahwa menu buka puasa itu, terutama bubur ayam yang dikonsumsi oleh semua Napi, itu dipesan di salah satu jasa boga atau katering. “Kita pesan buburnya, dari satu tempat (jasa boga),” ungkap Yolanda.
Itupun katanya, gejala keracunan itu baru dirasakan oleh para Napi, pada pukul 21.30. Karena itu, pihaknya pun masih belum bisa memastikan menu apa yang diduga menyebabkan para Napi keracunan.
Meski begitu, kabar baiknya menurut Yolanda, beberapa Napi yang dirawat di RS, akan segera kembali, karena telah pulih.
“Tadi juga saya sudah ditelepon oleh dokter RS, (Napi) akan akan dikembalikan (ke lapas) karena sudah dalam keadaan baik. Dan yang di dalam (lapas) juga itu cuma mual muntah terus sudah kembali lagi ke blok,” ungkapnya.
Reporter: Jebeng












