Dulohupa.id-Sejumlah pedagang Pasar Sentral Kota Gorontalo, meminta pemerintah membuka Pasar Senggol, meski hanya dua hari menjelang Idul Fitri. Seperti yang diungkapkan Rosmala Adiko, salah satu pedagang sepatu dan sandal di pasar tersebut.
“Kalau boleh kami para pedagang pasar sentral di Kota Gorontalo, untuk senggol diberikan kelonggaran atau kebijakan walaupun hanya berapa hari saja,” ujar Rosmala kepada Dulohupa.id, Senin (26/4)
Kata Rosmala, sekarang ini mereka (pedagang) sedang sulit untuk mencari pendapatan. Karena para pembeli sudah jarang lagi.
“Sudah berapa hari ini tidak ada pelanggan yang datang untuk membeli barang jualan. Apalagi barang jualan kami hanya sepatu dan sandal,” kata Rosmala
Menurutnya, sudah berapa kali ini mereka sudah rugi dari awal timbulnya Covid-19. “Kita sekarang ini sudah makan modal, karena apa? Karena laku satu di pakai untuk kebutuhan sehari-hari, mengingat pelanggan tidak kunjung ada,”tutur Rosmala
Di tempat berbeda Fera Adam sebagai pedagang pakaian mengatakan, “Kami pedagang pasar sentral meminta keringanan sedikit, untuk senggol di buka hanya dua hari saja Sebelum hari raya idul Fitri,” ujar Fera Kepada Dulohupa.id
Menurutnya, apabila pasar senggol di tiadakan kali ini, maka mereka tidak ada pemasukan sama sekali, kemudian untuk membeli kebutuhan hari-hari tidak ada.
“Karena pendapatan kali ini menurun dari dua tahun sebelumnya, mengingat sudah dua tahun ini pemerintah kota Gorontalo tidak memberikan kelonggaran sedikit untuk membuka pasar senggol,”tutup Fera.
Reporter: Yusuf Konoli











