Dulohupa.id- Tim operasi gabungan Satpol-PP, Kepolisian, dan TNI, menjaring tujuh pemuda yang mabuk usai melakukan pesta miras di penginapan Anisa Limboto. Tujuh pemuda itu adalah warga Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo. Di antara mereka bahkan ada yang masih di bawah umur.
“Kami tim gabungan tiba di lokasi (Penginapan Anisa) sekitar pukul 14.30 WITA dan langsung memeriksa sekitar lokasi tersebut, dan saat pemeriksaan kami dapati tujuh orang yang sedang tidur, diduga sudah habis pesta miras semalam,” ungkap Sekretaris Satpol-PP Kabupaten Gorontalo, Mohammad Taufik Margono, sore tadi, Sabtu (10/4).
Taufik menjelaskan, bahwa operasi itu sendiri merupakan operasi penyakit masyarakat (pekat), menciptakan situasi kondusif menjelang pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah kali ini. Selain itu, operasi itu juga sebagai tindak lanjut dari hasil rapat Forkopida beberapa waktu yang lalu.
“Dalam rapat tersebut, selain kita memantau protokol kesehatan, kita juga melakukan operasi pekat menjelang bulan suci ramadhan, guna memberantas penyakit masyarakat,” ungkap Taufik saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (10/4) sore.
Taufik menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di lokasi tersebut, pihaknya mendapati sejumlah botol hasil miras, serta dua bungkus kondom yang kosong di tempat kejadian perkara (TKP).
Tak hanya itu, pihaknya juga menyita dua buah telepon genggam. Setelah diperiksa, tim gabungan menemukan adanya transaksi prostitusi melalui Me Chat.
“Setelah dimintai keterangan dengan dugaan prostitusi online itu, pihak kami akan meneruskan hal ini ke pihak Polres Gorontalo, untuk diproses lebih lanjut,” pungkasnya.
Reporter: Fandiyanto Pou











