Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB POHUWATO

Pemda Pohuwato Mulai Perkuat Koordinasi untuk Pencegahan Stunting

×

Pemda Pohuwato Mulai Perkuat Koordinasi untuk Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi stunting, istimewa

Dulohupa.id–Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, dan Kepala Baperlitbang Pohuwato, Irfan Saleh, mulai mematangkan kesiapan pemerintah daerah Pohuwato dalam menangani masalah stunting.

Pencegahan itu dibahas pada pertemuan koordinasi para pihak, yang turut andil dalam upaya penanganan, pengendalian, dan pencegahan stunting di Kabupaten Pohuwato.

“Pertemuan koordinasi stunting sangat penting dan strategis, karena sebagai upaya untuk mengoptimalkan, menyelaraskan, dan mensinergikan kebijakan untuk mendukung pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan stunting yang kita dorong melalui gerakan kolaborasi mengentaskan dan mencegah anak stunting (Gebos Emas),” Kata Saipul Mbuinga, Bupati Pohuwato.

Menurut Saipul, secara substantif kebijakan ini sudah selaras dengan kebijakan dan visi misinya, yang mengangkat branding sehat, maju, sejahtera (SMS). 

“Utamanya pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan, serta pemetaan program kegiatan intervensi stunting, baik intervensi gizi spesifik yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan maupun intervensi gizi sensitif yang dilaksanakan oleh beberapa perangkat daerah, untuk menunjang pemenuhan cakupan makanan bergizi, aspek sanitasi dan air bersih,” ungkapnya.

Untuk itu katanya, pertemuan koordinasi ini sebagai wujud komitmen daerah dalam melaksanakan aksi konvergensi stunting melalui pemetaan analisis situasi yang tujuannya untuk memetakkan dan menetapkan sebaran desa lokus stunting, memotret tingkat prevalensi stunting, dan mengoptimalkan cakupan layanan intervensi pencegahan stunting. 

Kepala Baperlitbang, Irfan Saleh juga menambahkan, bahwa rakor tersebut juga bertujuan untuk melahirkan desa-desa yang akan menjadi lokus stunting di tahun 2022. Setelah ditetapkan desa-desanya, seluruh OPD terkait akan membuat perencanaan kegiatan yang terkait dari penuntasan stunting tersebut. 

“Ya, kenapa dimasukkan dalam agenda 100 hari stunning ini? Karena merupakan program strategis nasional, juga merupakan komitmen, dan janji politik untuk memberikan makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting secara gratis,” imbuh Irfan dalam rapat koordinasi penanganan dan pencegahan stunting tersebut.

Reporter: Zulkifli Mangkau