Dulohupa.id- Kabupaten Pohuwato adalah satu-satunya kabupaten di Gorontalo yang hingga hari ini, menyatakan penolakannya terhadap alfamart dan indomaret. Tak heran, dua toko ritel raksasa di Indonesia itu, tak bisa dijumpai di wilayah berjulukan Bumi Panua tersebut.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pohuwato adalah salah satu lembaga yang bersikeras menolak. Ketuanya, Mohamad Azhar Badiu kepada dulohupa.id menjelaskan, bahwa penolakan itu untuk menyelamatkan para pedagang kecil atau kios.
“Saya secara pribadi dan sebagai ketua IMM cabang Pohuwato menolak Alfamart dan Indomaret hadir di kabupaten Pohuwato,” tegas Azar, Jumat (19/3).
Azhar pun menjelaskan, bahwa pedagang kios tentu tidak mungkin bisa bersaing dengan alfamart dan indomaret. Kios-kios ini kata dia, nantinya akan terlindas dan tak akan mendapat pemasukan jika nanti alfamart dan indomaret menginvasi wilayah Pohuwato.
Ia pun mengakui, bahwa kedua perusahaan itu memiliki kelebihan, baik dari segi marketing, pelayanan, dan banyak hal lainnya. Namun menurutnya, kondisi masyarakat di Kabupaten Pohuwato, belum mampu untuk sejajar atau bersaing, sehingga “saya percaya akan ada penurunan omset bahkan sampai gulung tikar, jika kedua atau salah satu dari perusahaan tersebut masuk ke Pohuwato, saya secara tegas menolaknya,” kata Azar.
“Pemerintah seharusnya lebih meningkatkan SDM agar mampu bersaing nantinya. Karena saat ini, pengembangan SDM itu yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ke depannya. Apalagi dari segi pemasaran terhadap jualan dari para pedagang kecil atau kaki lima,” tuturnya.
Bahkan kata Azar, ia akan melakukan demonstrasi dan sikap penolakan kepada pihak pemerintah, jika alfamart dan indomart masuk di Pohuwato.
“Kalaupun nantinya ada (alfamart dan indomaret di Pohuwato), maka IMM siap untuk melakukan segala bentuk penolakan, baik demo dan apapun bisa yang bisa dilakukan untuk menolak hal tersebut,” tutupnya dengan tegas.
Reporter: Zulkifli Mangkau












