Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Warga Polohungo Geram, Anak Kades Pakai Motor Dinas untuk Touring

×

Warga Polohungo Geram, Anak Kades Pakai Motor Dinas untuk Touring

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi touring nMax

Dulohupa.id- Sejumlah warga Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo mengaku kesal, sebab motor dinas pemerintah desa (pemdes) justru digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan dinas. Bahkan, motor Yamaha Nmax berplat nomor merah tersebut, sudah diganti plat hitam dan dipakai touring bersama komunitas motor di Gorontalo.

Abdul Rahman D Wange, salah satu warga kepada Dulohupa.id mengungkapkan, bahwa perbuatan anak kepala desa dan sikap kades membiarkan hal itu terjadi, merupakan kesalahan yang fatal.

“Yang menggunakan kendaraan dinas itu diduga salah seorang anak kepala desa. (Kepala desa) yang sangat paham aturan dan sebagai teladan dari masyarakat. Motor dinas itu diduga dialihfungsikan untuk kepentingan pribadi, (dan diganti) dari plat merah menjadi plat hitam. Apalagi dipakai menjadi motor touring,” ungkap Abdul Sabtu (6/3).

Ia pun secara tegas berharap pihak berwajib merazia kendaraan dinas tersebut. Ia juga meminta agar kendaraan itu digunakan di desa untuk masyarakat, dan bukanlah disalahgunakan.

Sementara itu, Tahir Djafar mengungkapkan, bahwa dari pengamatannya, kendaraan dinas tersebut sudah tidak menetap lagi di Desa Polohungo. Kata dia, bahkan sudah tidak lagi melihat kendaraan itu di desa sejak akhir 2020.

“Kendaraan dinas ada sejak tahun 2017. Pada saat itu juga motor plat merah. Namun, sejak akhir tahun 2020 hingga sekarang, saya tidak pernah lagi melihat kendaraan itu di desa. Mungkin sudah tiga bulan terakhir ini. Saya melihat motor tersebut sudah dipakai untuk motor touring dan diganti plat hitam,” tutur Tahir.

Ia pun berharap, pihak dinas terkait maupun pihak berwajib, segera menindaklanjuti hal tersebut.

“Saya berharap pihak berwajib menindak tegas oknum penyalahgunaan kendaraan dinas itu. Karena saya sebagai masyarakat sungguh menyayangkan oknum ini hanya  dibiarkan begitu saja,” tutup Tahir.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Polohungo, Ikbal Maku mengungkapkan, bahwa memang benar kendaraan dinas tersebut dipakai oleh anaknya. Namun kata dia, bukan dialihfungsikan sebagai kendaraan pribadi. Artinya, hanya dipinjam saja.

“Ia benar motor kendaraan dinas dipakai (anak saya), tapi kalau itu saya akui sudah salah,” ungkap Ikbal.

Ikbal pun menceritakan, bahwa awal mula plat nomor dinas diganti dengan plat hitam, saat anaknya memiliki agenda berwisata ke Pantai Minanga, Gorontalo Utara. Namun katanya, ia telah mengingatkan anaknya untuk tidak melakukan itu, sebab itu melanggar.

“Secara kebetulan anak saya keluar ke pantai Minanga, pada saat itu dikeluarkan plat nomor diganti dengan plat hitam dengan plat nomor temanya. Tapi saya sudah ingatkan,” ujar Ikbal.

Ia pun menjelaskan, bahwa penggantian plat nomor itu tidak ada maksud lain, meski itupun menurutnya sudah salah. Penggantian plat nomor itu pun katanya, terjadi belum lama ini.

“Diganti plat nomor tidak ada tujuan apapun, bahkan motor yang dipakai pun akan dipulangkan (ke negara). Karena ini aset negara dipakai untuk rakyat,” tutup Ikbal.

Reporter: Yusuf Konoli