Dulohupa.id– Beberapa hari ini suasana kawasan Taman marisa, Kabupaten Pohuwato, akan terlihat lebih sibuk dari biasanya. Namun, keramaian bukan dari pengunjung, melainkan keramaian para petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato yang tengah melakukan penebangan sejumlah pohon di kawasan taman.
Penebangan sejumlah pohon ini sendiri bukan tanpa alasan, melainkan permintaan dari warga sekitar yang khawatir dengan kondisi sejumlah pohon yang sudah terlihat tua. Masyarakat khawatir pohon akan tumbang dan membahayakan warga sekitar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato, Bahari Gobel mengungkapkan, pihaknya tidak asal menebang pohon, tapi hanya menebang pohon yang memang sudah di nilai layak untuk di tebang.
“Memang benar ada penebangan pohon di area situ, penebangan pohon itu juga karena ada permohonan dari masyarakat sekitar untuk segera ditebang karena bisa membahayakan. Karena pohon tersebut sudah tua,” katanya kepada Dulohupa.id via telpon, Rabu (16/12).
Lebih lanjut Bahari mengungkapkan, kondisi cuaca saat ini juga menjadi salah satu pertimbangan pihaknya, untuk segera melakukan penebangan pohon.
“Kami itu memang selalu menebang pohon yang berumur tua karena bisa membahayakan bagi orang banyak. Antisipasi lainnya, karena perkiraan dari BMKG di akhir tahun ini akan ada dampak dari La Nina yang bisa berpotensi menyebabkan cuaca buruk seperti hujan deras dan angin kencang,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kelestarian lingkungan, Bahari mengungkapkan, pihaknya juga telah menyiapkan pohon pengganti, untuk pohon yang telah di tebang.
“Kami memang sadar pohon banyak manfaatnya, apalagi untuk ruang terbuka hijau. Makanya setiap pohon tua yang di tebang akan kami ganti dengan pohon yang siap ditanam juga,” ungkapnya.
DLH Siapkan Pohon Pengganti
“Pohon tua yang di tebang ini akan di ganti dengan tanaman yang kaya manfaat. Kami mengganti pohon yang di tebang itu dengan tanamn buah-buahan. Jadi selain memberi kerindangan ada manfaat lain yang di terima seperti buah-buahan dari pohon tersebut,” tambahnya.
Bahari juga menegaskan, jika ada masyarakat yang ingin menebang pohon tidak boleh sembarangan menebang, harus berkoordinasi dengan pihak DLH.
“Jika ada masyarakat yang ingin menebang pohon harus sepengatahuan kami, harus ada koordinasi dengan kami. Takutnya, jika di lakukan sembarangan akan berimbas pada kabel PLN dan menyebabkan kebakaran seperti beberapa bulan yang lalu.” tandasnya.
Reporter : Zulkifli Mangkau











