Dulohupa.id – Salah seorang saksi pembunuhan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, meninggal dunia . Raini Mantu, salah seorang warga yang sempat ikut melerai perkelahian antara pelaku dan korban, meninggal dunia usai peristiwa itu. Korban di duga meninggal dunia akibat shok melihat kondisi korban.
Menurut sejumlah informasi, korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Saat itu, Raini beserta warga lain sempat melerai perkelahian maut itu. Usai melerai pelaku, Raini sempat menasehati pelaku. Namun tak lama kemudian, Raini roboh dan langsung terduduk.
Korban di duga shok melihat kondisi korban dan darah yang berceceran di lantai. Warga sempat melakukan pertolongan terhadap Raini. Namun, Raini tak kunjung sadar dan langsung di larikan oleh warga sekitar ke rumah sakit. Tak lama kemudian, Raini di kabarkan telah meninggal dunia akibat shok.
“Haji Raini tidak bisa melihat darah, makanya tadi beliau (Haji Raini,red) langsung shok dan meninggal dunia,” ujar Wani, salah seorang warga sekitar.
Saat ini, Jenazah Haji Raini telah di bawa ke rumah duka, di Kelurahan Pohe, Kota Gorontalo. Sejumlah warga nampak mulai mendatangi rumah duka untuk memberikan ucapan bela sungkawa. Bahkan, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie ikut mengirimkan karangan bunga ke rumah Almarhum Haji Raini.
Sebelumnya, Aktivitas jual beli di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Gorontalo. Mendadak heboh akibat perkelahian antara dua orang warga Desa Tilango, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Minggu (13/12). Ruhlan Abdullah (26) warga Tilango tewas akibat peristiwa ini.
Hingga kini belum jelas apa pangkal persoalan pembunuhan ini. Hanya saja menurut sejumlah pengunjung, MZ alias Musa mendadak datang dan menyerang Ruhlan (Korban,red) menggunakan sebilah parang. Ruhlan yang tengah berjualan ikan, tidak menduga kedatangan pelaku. Tanpa berkata-kata, Musa langsung menyerang korban menggunakan parang. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala serta sejumlah bagian tubuh lainnya.
Reporter : Yusuf Konoli











