Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Masalah Baru Muncul Setelah Perhelatan Pilkada di Pohuwato

×

Masalah Baru Muncul Setelah Perhelatan Pilkada di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Seorang pemilih menggunakan sarung tangan plastik/Dulohupa-Zulkifli Mangkau

Dulohupa.id- Masalah baru muncul setelah perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Pohuwato. Yakni sampah plastik medis dan non-medis yang berserak di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebab, dalam pelaksanaanya setiap masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya, wajib untuk menggunakan sarung tangan plastik, serta masker.

Rahman Dako, pemerhati lingkungan di Gorontalo mengatakan, sampah sisa pilkada berpeluang menambah polusi sampah di Gorontalo meningkat, terutama di tiga kabupaten yang mengelar pilkada, yakni Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.

“Kalau sekali pakai begitu, dia akan menjadi masalah baru lagi,” ujar Aga sapaan akrab dari Rahman Dako tersebut, kepada Dulohupa.id, Kamis (10/12).

Menurutnya, pihak penyelenggara harus bisa memikirkan tentang penggunaan sarung tangan yang bisa pakai berulang kali. Hal itu agar sarung tangan itu tidak akan berakhir di tempat sampah. Karena pada dasarnya plastik sangat sulit terurai. Kalaupun terurai, itu membuthkan waktu ribuan tahun.

“Lebih bagus itu disediakan sarung tangan yang bisa dipakai berulang kali, kalau hanya satu kali pakai, lalu dibuang, itu bisa berdampak pada lingkungan,”, katanya lagi, “kalau memang harus pakai sarung tangan, yah, dia bisa juga, tapi yang bukan sekali pakai saja, diusahakan bisa dipakai berulang sampai dua tiga kali pakai,”

Rahman mengungkapkan, bahwa di Pemerintah Kabupaten Pohuwato sendiri sudah memikirkan solusi untuk mengatasi sampah. Pengelolaannya adalah pemerintah setempat dan berkolaborasi dengan Non-Government Organization (NGO) yang bergerak di bidang konservasi dan lingkungan.

Tumpukan sampah plastik usai Pilkada Pohuwato/Dulohupa-Zulkifli Mangkau

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato, Bahari Gobel mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengantisipasi lebih awal mengenai sampah plastik pasca proses pilkada.

Antisipasi itu kata Bahari dengan menempatkan satu kantong sampah di setiap TPS di wilayah tersebut. Usai pemungutan suara kata dia, pihaknya lalu akan menjemput kantor-kantor sampah tersebut.

“Kami sudah kerahkan anggota untuk mengantisipasi lonjakan sampah plastik di pilakda. Juga memberikan kantong sampah untuk mengumpulkan sisa sampah plastik tadi, untuk diuraikan kembali,” kata Bahari Gobel via telpon kepada Dulohupa.id, Kamis (10/12).

Menurut Bahari, dalam mengantipasi lonjakan sampah plastik di Pohuwato, pihak juga sudah membikin sebuah program sampah tukar sembako.

“Iya anggota kami ada yang fokus mengumpulkan sampah sarung tangan plastik yang dipakai di pemilihan kemarin, kemudian sampah itu akan kami olah kembali,” ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Bahari, pihaknya bahkan telah menghasilkan produk-produk hasil daur ulang sampah. Misalnya batako ringan atau paving blok yang terbuat dari plastik, yang sudah mulai proyeksikan dari beberapa bulan terakhir.

Reporter: Zulkifli Mangkau