DULOHUPA.ID- Pemerintah Provinsi Gorontalo belum mengizinkan sekolah di wilayah tersebut dibuka, terutama setelah puluhan guru terkonfirmasi positif COVID-19. Pembatalan sekolah di Gorontalo buka itu disampaikan Sekretaris Satgas penanganan COVID-19 Provinsi Gorontalo, Sumarwoto, Kamis (3/12).
Pembukaan sekolah tatap muka pada awal 2021 sendiri sebetulnya, diputuskan oleh empat Menteri dengan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB). Meski begitu, kebijakan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing pemerintah daerah (pemda) dengan mempertimbangkan kondisi dan risiko.
“ Sampai Ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah pusat, tidak diperkenankan ada pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah,” kata Sumarwoto.
Lebih lanjut dikatakan Sumarwoto, langkah tersebut untuk menekan risiko munculnya klaster baru di sekolah. Sebab jika nanti ada guru yang berkategori Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19, maka tentu akan menulari siswa dan guru lainnya.
“ Jadi yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk menerapkan pembelajaran tatap muka, yaitu apabila ada guru yang positif dan belum menjalani swab, itu akan berpotensi besar penyebaran COVID-19 kepada siswa” ungkapnya.
Walaupun begitu, pihaknya kata Sumarwoto, akan menunggu perkembangan kasus COVID-19 di Gorontalo hingga akhir bulan. Sembari melakukan analisis terkait kondisi kasus.
“Kesimpulanya seluruh sekolah di Gorontalo sekarang belum diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” tegas sumarwoto.
*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Editor












