Dulohupa.id – Musim kemarau di Gorontalo merambat ke berbagai sektor. Dampaknya cukup terasa, kekurangan sumber air, kekeringan, hingga berdampak pada sektor pertanian dan lainnya.
Di Kabupaten Bone Bolango pada Agustus 2026 ini, Dinas Pertanian setempat mencatat ratusan hektare lahan pertanian komoditas jagung terdampak akibat kemarau ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango, Roswaty Agus mengungkapkan bahwa dalam rapat Forkopimda pada pekan sebelumnya telah dilaporkan sekitar dua ratusan hektare lahan pertanian yang kena dampak kemarau.
“Kami melaporkan untuk saat itu yang terdampak kekeringan karena El Nino diangka dua ratusan, itu yang terdampak bukan puso,” ujar Roswaty kepada awak media pada Kamis (06/08/2026).
“Tetapi sampai hari ini yang menyampaikan dampak kekeringan yang ada pusonya (gagal panen) itu hanya (Kecamatan) Bulango Utara. Itu puso berarti memang sudah tidak bisa di apa-apakan,” lanjutnya.

Menurut Roswaty, di kecamatan tersebut dari data yang ada menunjukkan potensi gagal panen terjadi pada komoditi jagung.
“Untuk Bulango Utara ini yang dilaporkan puso itu di tanaman jagung. Jadi untuk puso di jagung itu ada 23 hektare,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Roswaty, lahan pertanian untuk komoditi jagung di Bulango Utara itu tak semuanya berpotensi gagal panen. Ada juga lahan yang masih bisa di mitigasi.
“Dari data, ada yang terdampak kekeringan tetapi bisa dipulihkan, berarti bisa di mitigasi dengan rekayasa penggunaan alkon ataupun pompa air itu ada sekitar 17 hektare,” ungkapnya.
Dari ratusan hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Bulango Utara itu, diantaranya dalam kondisi rusak ringan sekitar 0,5 hektare, kondisi rusak sedang 22 hektare, dan rusak berat sejumlah 142 hektare.
“Jadi total yang terdampak itu sekitar 206 hektare untuk tanaman jagung,” pungkasnya.
Reporter: Yayan











